Merapi Siaga: Guguran Lava Meluncur hingga 1,7 Kilometer

Gunung Merapi meluncurkan lava pijar.
Sumber :
  • Info Merapi

Viva Semarang – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan aktivitas vulkanik Gunung Merapi Siaga di level III hingga saat ini. Pada pengamatan Senin (10/8/2026) periode pukul 00:00 hingga 06:00 WIB, teramati tiga kali guguran lava pijar yang meluncur ke arah Kali Sat/Putih Magelang dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.700 meter.

Berdasarkan laporan resmi pengamatan yang disusun oleh petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi, Tri Mujiyanta, kondisi visual gunung api terlihat jelas walau asap kawah nihil. Cuaca di sekitar puncak terpantau berawan hingga mendung dengan arah angin tenang menuju ke barat. Suhu udara berkisar antara 13,8°C hingga 17,2°C.

Aktivitas Kegempaan dan Suplai Magma

Selain guguran lava pijar, instrumen pemantauan merekam aktivitas kegempaan yang cukup signifikan di dalam tubuh gunung yang membentang di wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta tersebut:

 * 14 kali Gempa Guguran (amplitudo 2–15 mm, durasi 48–146 detik)

 * 22 kali Gempa Hybrid/Fase Banyak (amplitudo 2–32 mm, durasi 9,6–65,7 detik)

 * 3 kali Gempa Vulkanik Dangkal (amplitudo 31–80 mm, durasi 13,4–24,2 detik)

Berdasarkan data kegempaan ini, BPPTKG menegaskan bahwa suplai magma di dalam perut Gunung Merapi masih terus berlangsung. Kondisi ini berpotensi memicu terjadinya Awan Panas Guguran (APG) sewaktu-waktu di dalam area potensi bahaya.

Ancaman Bahaya dan Imbauan Masyarakat

Masyarakat yang bermukim di sekitar lereng Merapi diminta tetap waspada dan mematuhi zona rekomendasi aman yang telah ditetapkan:

 * Sektor Selatan-Barat Daya: Potensi bahaya guguran lava dan APG meliputi Sungai Boyong (maksimal 5 km) serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (maksimal 7 km).

 * Sektor Tenggara: Potensi bahaya meliputi Sungai Woro (maksimal 3 km) dan Sungai Gendol (maksimal 5 km).

 * Radius Erupsi Eksplosif: Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di zona bahaya, mengantisipasi gangguan abu vulkanik, serta mewaspadai bahaya lahar hujan di sungai-sungai yang berhulu di Merapi, terutama saat terjadi hujan deras di area puncak. (TJ)