Bayern Munchen Tumbang, Penonton Marah
- Instagram Bayern Munchen
Viva Semarang, Sepak Bola – Bayern Munchen tumbang di babak semifinal Liga Champions. Mereka tersingkir setelah hanya bermain 1-1 melawan Paris Saint-Germain pada leg kedua semifinal yang berlangsung di Allianz Arena, Kamis (7/5) dini hari.
Laga leg 2 semifinal Liga Champions itu tuntas dengan skor 1-1. PSG pun melaju ke final Liga Champions karena unggul agregat 6-5 setelah pada laga leg pertama menang 5-4.
Pertandingan ini berlangsung sengit dan diwarnai kontroversi keputusan wasit. Penonton sampai harus melempar botol ke lapangan sebelum ditenangkan oleh Kiper Bayern Neuer.
Meskipun mendominasi penguasaan bola secara signifikan mencapai 61 persen, Bayern Munchen harus puas dengan skor imbang 1-1. Hasil ini memicu kemarahan dari penonton yang memadati stadion. Salah satunya atas keputusan wasit yang merugikan Bayern. Dua handball pemain PSG di kotak penalti tidak digubris wasit. Padahal itu bisa merubah hasil pertandingan.
Jalannya Pertandingan
Paris Saint-Germain mengejutkan publik tuan rumah lewat gol cepat yang dicetak oleh Ousmane Dembele pada menit ke 3 setelah menerima umpan matang dari Khvicha Kvaratskhelia.
Sepanjang laga, Bayern Munchen sebenarnya terus menekan dengan melepaskan 14 tembakan dan melakukan 547 operan untuk membongkar pertahanan lawan. Namun, penyelesaian peluang yang buruk serta kedisiplinan barisan belakang Paris Saint-Germain membuat upaya tersebut sangat sulit.
Di ujung laga, Bayern menggempur PSG bertubi-tubi. Gol telat Harry Kane di masa injury time menit ke 90+4 tak mampu membawa Bayern melangkah ke babak final.
Skor tuntas 1-1, dan PSG melaju ke final Liga Champions dengan agregat 6-5.
Efektivitas menjadi kunci kemenangan bagi tim tamu dalam pertandingan ini. Paris Saint-Germain tercatat melepaskan 15 tembakan dengan 8 di antaranya mengarah tepat ke gawang, jauh lebih mengancam dibandingkan 4 tembakan tepat sasaran milik Bayern Munchen.
Selain itu, keunggulan dalam jumlah tendangan sudut yang mencapai angka 8 berbanding 1 menunjukkan betapa berbahayanya serangan balik dan skema bola mati yang diterapkan oleh tim tamu. (TJ)