Gunung Merapi Erupsi, 2 Kali Luncurkan Awan Panas Sejauh 2,5 Kilometer
- Kementerian ESDM
Viva Semarang – Gunung Merapi erupsi lagi pada hari Minggu 2 November 2025. Gunung yang yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan DI Yogyakarta meluncurkan awan panas.
Berdasarkan informasi di laman resmi Kementerian ESDM yaitu magma.esdm.go.id, teramati 2 kali awan panas guguran ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimum 2.500 meter.
Dari pengamatan visual, asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang tinggi sekitar 25 meter dari puncak. Cuaca mendung, angin tenang ke arah barat.
Pengamatan Kegempaan
Terjadi 2 kali gempa awan panas guguran dengan amplitudo 51-59 mm dan lama gempa 236.48-279.5 detik.
Selain itu, terjadi 33 kali gempa guguran dengan amplitudo 1-22 mm dan lama gempa 42.48-157.94 detik.
Kemudian terjadi 22 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 1-30 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 11.99-67.08 detik.
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran, terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (TJ)