Jenazah Pemilik Como, Michael Bambang Hartono, Akan Dimakamkan Besok di Rembang
- Dok
Viva Semarang – Ratusan pelayat terus berdatangan memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum Michael Bambang Hartono, pemilik Grup Djarum sekaligus klub sepak bola Como 1907. Jenazah Bambang Hartono disemayamkan di GOR Djarum Kudus.
Bambang Hartono mengembuskan napas terakhir pada Kamis (19/3/2026) di Singapura dalam usia 86 tahun. Setelah sempat disemayamkan di Jakarta, jenazah tiba di Kudus pada Minggu (22/3/2026) malam dan langsung disambut oleh keluarga, kerabat, serta ratusan karyawan.
Jadwal Pemakaman
Sesuai rencana pihak keluarga, prosesi persemayaman di GOR Djarum Jati akan berakhir hari ini setelah berlangsung selama tiga hari. Jenazah dijadwalkan akan diberangkatkan menuju tempat peristirahatan terakhir pada hari Rabu, 25 Maret 2026. Lokasi Pemakaman di makam keluarga Djarum, Godo, Rembang, Jawa Tengah.
Selama masa persemayaman, masyarakat umum diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk memberikan penghormatan. Bambang Hartono adalah sosok yang dikenal sebagai salah satu tokoh bisnis paling berpengaruh di Indonesia tersebut.
Warisan Bisnis dan Filantropi
Kepergian Bambang Hartono meninggalkan warisan bisnia usaha yang menaungi ribuan pekerja. Bersama saudaranya, Robert Budi Hartono, ia membangun imperium bisnis Grup Djarum yang merambah berbagai sektor. Antara lain industri rokok, perbankan, hingga olahraga internasional melalui kepemilikan klub Como 1907.
Semenjak dibeli Hartono Bersaudara, Como menjelma menjadi klub kuat. Como saat dibeli berada di kompetisi paling bawah Liga Italia. Setelah 6 tahun, Como kini menjadi klub papan atas Liga Italia Serie A.
Di luar bisnis, dedikasinya pada dunia olahraga terlihat nyata melalui PB Djarum. Klub bulutangkis itu telah melahirkan banyak legenda dunia. Ia juga mencetuskan berbagai program sosial di bawah naungan Djarum Foundation.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang turut hadir melayat ke GOR Djarum mengatakan, almarhum sebagai sosok yang konsisten dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah Jawa Tengah.
“Kita sangat kehilangan tokoh nasional dari wilayah kita. Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan masyarakat, khususnya Kudus, saya mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya,” ujar Ahmad Luthfi. (TJ)