Kawah Gunung Slamet Membara, Pendakian Ditutup Total
- Instagram @slametmountain
Viva Semarang – Aktivitas vulkanik Gunung Slamet meningkat tajam pada beberapa hari ini. Kawah Gunung Slamet sedang membara. Suhu kawahnya melonjak drastis, memaksa pengelola menutup semua jalur pendakian.
Berdasarkan data pemantauan terbaru, suhu di kawah Gunung Slamet melonjak. Jika biasanya suhu kawah berada di bawah 200°C, kini sudah menjadi 464°C. Hal itu tercatat sejak Sabtu, 4 April 2026.
Kondisi ini memaksa pihak pengelola dan Perhutani mengambil langkah tegas. Seluruh jalur pendakian Gunung Slamet ditutup tanpa kecuali mulai 5 April 2026 hingga waktu yang belum ditentukan.
"Kegiatan Pendakian Jalur Lingkar Gunung Slamet ditutup per tanggal 5 april 2026 sampai aktivitas vulkanik kembali stabil," tulis pengelola Basecamp Pendakian Gunung Slamet via Bambangan Purbalingga di akun resmi Instagramnya.
Kondisi Gunung Slamet
Kenaikan suhu kawah Gunung Slamet tergolong sangat ekstrem. Dalam kondisi normal suhu kawah biasanya berada di bawah 200°C. Tren kenaikan mulai terpantau sejak 3 April saat suhu tercatat di angka 411,2°C. Suhu kawah ini terus memanas hingga mencapai titik tertinggi pada hari berikutnya.
Meskipun status gunung tertinggi di Jawa Tengah ini masih berada pada Level II atau Waspada, kepulan asap putih tebal terus keluar dari kawah yang menandakan aktivitas magma yang masih tinggi.
Petugas di lapangan bahkan harus menjemput paksa para pendaki yang sudah terlanjur berada di titik tinggi, seperti di Pos 5, untuk segera putar balik dan turun demi keselamatan jiwa. Saat ini, radius aman bagi aktivitas manusia telah diperluas menjadi 3 kilometer dari kawah aktif.
Keselamatan Adalah Yang Utama
Pihak pengelola menegaskan bahwa keselamatan pendaki merupakan prioritas utama yang tidak bisa ditawar. Jalur pendakian baru akan dievaluasi untuk dibuka kembali apabila suhu kawah sudah menunjukkan penurunan yang konsisten dan stabil di bawah angka 200°C.
Bagi masyarakat atau pendaki yang sudah merencanakan perjalanan dalam waktu dekat, sangat disarankan untuk mengalihkan rute atau membatalkan rencana hingga kondisi alam kembali normal dan dinyatakan aman oleh pihak berwenang.
"Berdasarkan data-data pengamatan, magma Gunung Slamet sudah sangat dekat dengan permukaan atau puncak, ditandai dengan peningkatan hembusan dan suhu kawah, sehingga potensi erupsi cukup tinggi. Mohon dibantu untuk langkah-langkah antisipasi," imbau pengelola Basecamp Bambangan.