Guyupnya Warga Villa Tembalang Semarang Rayakan Idul Adha, Potong 4 Sapi dan 7 Kambing
- Dok
Viva Semarang – Ratusan warga Perumahan Villa Tembalang RW 8, Kelurahan Bulusan, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, merayakan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dengan penuh kekhidmatan dan kebersamaan pada Rabu (27/5/2026).
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat Idul Adha berjamaah di pelataran Masjid Baitul Makmur yang diikuti oleh ratusan jemaah setempat.
Kehadiran Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Prof. Suharnomo serta Lurah Bulusan turut menambah kekhidmatan suasana perayaan tahun ini.
Setelah menunaikan salat Id, kebersamaan warga langsung terasa saat mereka berkumpul untuk menikmati makan pagi bersama. Acara kemudian dilanjutkan dengan agenda utama, yaitu pemotongan hewan kurban yang bersumber dari sumbangan warga berupa 4 ekor sapi dan 7 ekor kambing.
Suasana gotong royong tampak begitu kental saat prosesi pemotongan dan pencacahan daging dimulai. Puluhan ibu-ibu dan remaja dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari dosen, pengusaha, pegawai swasta, PNS, ASN, hingga pemilik kos-kosan, tampak melebur dan tak canggung bahu-membahu mengolah daging kurban tersebut.
Rektor Undip Prof. Suharnomo, yang hadir sebagai warga setempat, menyampaikan pandangannya mengenai filosofi mendalam dari ibadah kurban. Ia menegaskan bahwa berkurban memberikan pelajaran penting tentang keikhlasan dan esensi hidup untuk saling membantu.
Prof. Suharnomo mengaku sangat gembira bisa membaur bersama warga dan menyaksikan langsung kecekatan panitia Takmir Masjid Baitul Makmur dalam mengelola serta membagikan daging kurban.
"Sebagai warga Villa Tembalang tentu saya sangat gembira bisa ikut rame-rame melihat pemotongan hewan kurban dan kecekatan ibu-bapak panitia dari Takmir Masjid Baitul Makmur Villa Tembalang, dan membagikannya kepada warga yang membutuhkan. Ini adalah event tahunan yang memiliki makna spiritual yaitu meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim dan sekaligus bukti nyata tentang soliditas warga dan solidaritas bagi saudara-saudara yang membutuhkan daging kurban. Mudah-mudahan berkah melimpah untuk semua," kata Prof Suharnomo yang ikut berkurban di Masjid Baitul Makmur.
Ia berharap tradisi tahunan ini tidak hanya menjadi simbol keteladanan spiritual atas keikhlasan Nabi Ibrahim, tetapi juga menjadi bukti nyata soliditas warga dalam berbagi berkah kepada sesama yang membutuhkan.