Menteri Lingkungan Hidup Isi Kuliah Umum di Unissula Semarang, Sepakat Berkolaborasi
- TJ Sutrisno
Viva Semarang – Rektor Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Prof Dr Gunarto SH MH, menegaskan bahwa isu abrasi, banjir rob, dan penurunan muka tanah di kawasan Pantai Utara Jawa Tengah merupakan persoalan nyata yang membutuhkan solusi komprehensif.
Menurutnya, penanganan fenomena tersebut tidak hanya harus kuat secara teknis, tetapi juga wajib berkeadilan sosial serta berkelanjutan secara ekologis.
Pernyataan tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan sekaligus mengapresiasi kehadiran Menteri Lingkungan Hidup dalam acara kuliah umum di kampus Unissula pada Selasa (2/6/2026).
"Unissula memiliki sumber daya akademik yang siap mendukung pengkajian berbagai aspek pembangunan pesisir. Mulai dari regulasi dan tata ruang hingga teknik lingkungan, hidrologi, rekayasa pantai, serta pengelolaan sumber daya air," kata Prof Gunarto.
Ia mengatakan bahwa dalam tiga tahun ini Unissula secara berturut-turut menjadi perguruan tinggi swasta terbaik di Jawa Tengah dalam penerapan kampus ramah lingkungan berdasarkan pemeringkatan UI GreenMetric.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI, Moh Jumhur Hidayat, yang hadir sebagai narasumber utama, menegaskan bahwa persoalan Pantura Jawa bukan sekadar isu infrastruktur, melainkan menyangkut masa depan ruang hidup dan ruang ekonomi jutaan masyarakat pesisir.
"Kawasan Pantura merupakan salah satu urat nadi ekonomi nasional dengan kontribusi sekitar 27,53 persen terhadap Produk Domestik Bruto Indonesia, namun di saat yang sama menghadapi ancaman abrasi, banjir rob, dan penurunan muka tanah yang semakin serius," jelasnya.
Jumhur mengingatkan bahwa akar persoalan rob di Pantura tidak semata-mata disebabkan kenaikan muka air laut akibat perubahan iklim. Berdasarkan data ilmiah, laju kenaikan muka laut di wilayah Semarang relatif kecil dibandingkan laju penurunan muka tanah yang di beberapa lokasi mencapai hingga 100 milimeter per tahun.
Oleh karena itu, kebijakan penanganan rob harus menyasar akar masalah berupa eksploitasi air tanah berlebihan, perubahan tata ruang, serta menurunnya daya dukung lingkungan.
Terkait rencana pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall, Jumhur menilai proyek tersebut dapat menjadi bagian penting dari strategi perlindungan Pantura. Meski demikian, ia menegaskan bahwa infrastruktur fisik tersebut tidak boleh dipandang sebagai solusi tunggal dan harus dipadukan dengan pendekatan berbasis alam. Termasuk restorasi mangrove dan penguatan ekosistem pesisir.