Unissula Dorong Pemanfaatan Teknologi Hijau Global untuk Tekan Emisi Karbon Masa Depan

Rektor Unissula Prof Dr Gunarto membuka Seminar Nasional Indonesia Green Future.
Sumber :
  • TJ Sutrisno

Viva Semarang – Universitas Islam Sultan Agung Semarang mendukung pemanfaatan teknologi hijau masa depan sebagai bagian dari komitmen nyata dalam menjaga kelestarian bumi, alam, dan lingkungan.

Mobil Listrik MOLISA Karya Mahasiswa UNISSULA Diapresiasi Wapres Gibran

Langkah strategis ini berfokus pada inovasi berkelanjutan yang dirancang untuk mengatasi berbagai persoalan ekologis global.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan dalam Seminar Nasional Indonesia Green Future, yang digelar di Aula Fakultas Teknik Industri Unissula pada Senin, 8 Juni 2026.

Unissula Kukuhkan Ketua KPPU Fanshurullah Sebagai Profesor Kehormatan

Dalam sambutannya, Rektor Unissula, Prof. Dr. Gunarto, yang didampingi oleh Dekan Fakultas Teknologi Industri, M. Qomaruddin, menjelaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam meretas jalan menuju era bebas emisi.

Menurutnya, komitmen terhadap teknologi ramah lingkungan ini diwujudkan melalui riset mendalam serta pengembangan ekosistem kendaraan listrik di lingkungan kampus Kaligawe.

Unissula Wisuda 1.624 Lulusan, Termasuk 42 Penghafal Al-Quran

"Unissula mendukung penuh pemanfaatan teknologi hijau masa depan, atau green future technology. Teknologi ini berbasis inovasi berkelanjutan untuk melestarikan alam, menekan emisi karbon, dan mengatasi berbagai masalah ekologis," ujar Gunarto.

Hadir dalam acara tersebut, Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemendiktisaintek, Prof. I Ketut Adnyana, beserta Anggota Komisi 10 DPR RI, Abdul Fikri Faqih.

Gunarto menambahkan, rekam jejak Unissula dalam merancang kendaraan ramah lingkungan sebenarnya telah dimulai sejak tahun 2010. Hingga saat ini, para mahasiswa Fakultas Teknologi Industri telah memproduksi 2 unit mobil listrik yang digunakan secara aktif untuk mendukung mobilitas operasional internal di dalam kawasan kampus.

Demi mempercepat penguasaan teknologi ini, pihak universitas juga mengambil langkah tidak biasa dengan membeli mobil listrik pabrikan untuk kemudian dibedah bersama oleh dosen dan mahasiswa. Proses pembedahan anatomi kendaraan ini bertujuan untuk memberikan nilai tambah pada wawasan akademik sekaligus memetakan tantangan nyata dalam industri hilir.

Fokus utama dari pembedahan teknologi tersebut tertuju pada efisiensi daya, kecepatan, kapasitas jelajah, hingga keandalan sistem pengisian ulang baterai.

"Kenyamanan dan ketahanan daya menjadi kunci utama agar masyarakat luas beralih dari kendaraan konvensional berbahan bakar fosil ke moda transportasi berbasis listrik. Rasanya lebih enak menggunakan mobil listrik daripada bensin," jelasnya.

Halaman Selanjutnya
img_title