Unissula Kukuhkan Ketua KPPU Fanshurullah Sebagai Profesor Kehormatan

Pengukuhan Profesor Kehormatan kepada oleh Rektor Unissula kepada Ketua KPPU RI Fanshurullah.
Sumber :
  • TJ Sutrisno

Viva Semarang – Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang mengukuhkan Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) RI, Dr. Ir. M. Fanshurullah Asa, S.T., M.T., IPU, ASEAN Eng., sebagai Guru Besar Kehormatan Fakultas Teknik.

Mobil Listrik MOLISA Karya Mahasiswa UNISSULA Diapresiasi Wapres Gibran

Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Rektor Unissula, Prof. Dr. Gunarto, S.H., M.H., pada Senin (15/6/2026). Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto serta Wakil Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Prof. Dr. Ir. Agus Taufik Mulyono.

Pemberian gelar kehormatan ini didasarkan pada rekam jejak panjang Fanshurullah selama lebih dari tiga dekade sebagai akademisi sekaligus birokrat.

Unissula Wisuda 1.624 Lulusan, Termasuk 42 Penghafal Al-Quran

"Beliau berkontribusi besar dalam perumusan kebijakan strategis nasional di bidang energi, minyak dan gas bumi, ekonomi, serta konstruksi. Pengalaman lintas sektor tersebut menjadi landasan kuat bagi Fakultas Teknik Unissula untuk menganugerahkan gelar profesor kehormatan kepadanya," kata Rektor Unissula, Prof Gunarto dalam sambutannya.

Prof Gunarto menyampaikan harapannya agar pengukuhan ini mampu mempererat hubungan lintas sektor demi kemajuan bangsa.

Unissula Dorong Pemanfaatan Teknologi Hijau Global untuk Tekan Emisi Karbon Masa Depan

"Pengukuhan guru besar kehormatan ini diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara dunia akademik, pemerintah, dan industri dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan serta pembangunan nasional yang berkelanjutan," kata Gunarto.

Pada kesempatan itu, Fanshurulla menyampaikan orasi ilmiahnya yang berjudul "Kontribusi Ekosistem Persaingan Usaha di Sektor Konstruksi dan Infrastruktur Energi dalam Perspektif Ilmu Manajemen Konstruksi untuk Mewujudkan Pertumbuhan Ekonomi Nasional Berkualitas". Ia menyoroti perlunya arah baru dalam ekonomi nasional.

Menurutnya, masa depan pembangunan ekonomi Indonesia tidak bisa lagi bertumpu pada pendekatan konvensional yang sekadar mengandalkan akumulasi modal.

"Efisiensi makroekonomi yang ideal hanya dapat dicapai jika integrasi manajemen rekayasa berjalan beriringan dengan terciptanya pasar yang sehat dan kompetitif. Faktor-faktor modern inilah yang memegang kendali besar dalam roda ekonomi saat ini," kata Fanshurullah.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi modern tidak lagi hanya ditentukan oleh modal dan tenaga kerja, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kualitas sistem manajemen, penguasaan teknologi, serta tata kelola kelembagaan yang baik.

Berdasarkan kajian teoritis, analisis ekonometrika, dan pengalaman empirisnya, Fanshurullah memperkenalkan sebuah konsep baru yang disebut "Konstanta Asa". Konsep ini membuktikan secara matematis bahwa penerapan Sistem Manajemen Terintegrasi mampu memberikan dampak pengganda terhadap peningkatan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Halaman Selanjutnya
img_title