MTQ Nasional XXXI Diluncurkan, Kota Semarang Siap Usung Harmoni dan Toleransi Menuju Indonesia Emas
- Dok
Nasaruddin menilai MTQ bukan hanya festival Al-Qur’an terbesar dan paling meriah di Indonesia, tetapi juga menjadi ruang penting untuk memperkuat toleransi dan persatuan bangsa.
Selain itu, ajang tersebut diyakini memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi daerah tuan rumah karena akan mendatangkan puluhan hingga ratusan ribu peserta, pendamping, dan pengunjung dari seluruh Indonesia.
“Secara ekonomi juga menguntungkan bagi daerah. Hotel, kuliner, transportasi, bazar, dan sektor lainnya akan bergerak. MTQ adalah pesta rakyat terbesar,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengajak seluruh warga masyarakat untuk menjadikan MTQ Nasional XXXI sebagai kebanggaan bersama sekaligus momentum guna menunjukkan wajah kota Semarang yang religius, ramah, dan penuh semangat gotong royong.
Menurutnya, peluncuran maskot, logo, dan tema menjadi simbol dimulainya perjalanan besar menuju MTQ Nasional XXXI pada bulan September mendatang. Lebih dari sekadar identitas visual, ketiganya merepresentasikan semangat kebersamaan, syiar Islam yang moderat, serta optimisme Jawa Tengah dan Kota Semarang dalam menyelenggarakan event nasional yang berkualitas.
Agustina menegaskan, Pemkot Semarang berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap seluruh tahapan persiapan penyelenggaraan, mulai dari peningkatan infrastruktur, kesiapan venue, pelayanan bagi kafilah dan tamu, hingga penguatan partisipasi masyarakat.
"Kami ingin seluruh masyarakat ikut merasakan semangat MTQ Nasional. Mari kita sukseskan bersama agar para tamu membawa pulang kesan bahwa Semarang adalah kota yang nyaman, toleran, bersih, dan selalu menyambut siapa pun dengan hati yang terbuka," katanya. (TJ)