PM India Narendra Modi Kunjungi Candi Prambanan, Pengamanan VVIP Disiapkan

Pangdam IV Diponegoro memimpin kesiapan pengamanan kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi.
Sumber :
  • Dok

Viva Semarang, KlatenPerdana Menteri (PM) India Narendra Modi akan mengunjungi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Salah satu yang menjadi tempat kunjungan adalah Candi Prambanan pada 8 Juli 2026.

Banyumas Juara, Ini Daftar Daerah dengan Wisatawan Terbanyak di Jawa Tengah Selama Libur Sekolah

Terkait hal itu, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin memimpin pengecekan kesiapan operasi pengamanan VVIP, Selasa kemarin.

Pengecekan taktis dan peninjauan medan ini difokuskan di kawasan destinasi cagar budaya Candi Prambanan, Kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta, yang menjadi salah satu titik krusial rute kunjungan bilateral tersebut.

Sambut Kunjungan Dubes India untuk RI, Wali Kota Agustina Dorong Kerja Sama Investasi, Pendidikan, dan Budaya

Pengamanan super ketat ini disiapkan untuk mendukung kelancaran agenda Kunker Presiden RI bersama PM India YM Narendra Modi beserta rombongan delegasi.

Mayjen TNI Achiruddin memeriksa secara mendalam setiap detail kesiapan personel, materiil, materi pengamanan, hingga pos-pos penyekatan di Ring 1, Ring 2, dan Ring 3.

KAI Daop 4 Semarang Tempatkan 362 Personel Pengamanan Angkutan Nataru

"Pengamanan tamu negara merupakan pertaruhan kehormatan dan martabat bangsa di mata internasional, sehingga tidak boleh ada toleransi sekecil apa pun terhadap potensi celah kerawanan," jelasnya.

Ia menginstruksikan kepada seluruh unsur komandan satuan tugas di lapangan agar memperketat koordinasi lintas sektoral antara TNI, Polri, dan instansi pemerintah daerah terkait.

Setiap pergerakan personel harus terpantau secara real-time, adaptif terhadap dinamika situasi, dan mengutamakan faktor keamanan personel maupun materiil dengan prinsip zero accident dan zero fault.

Kawasan Candi Prambanan yang berada di perbatasan wilayah Provinsi DIY dan Jawa Tengah menjadi perhatian khusus dalam skenario pengamanan ini. Manajemen arus lalu lintas, sterilisasi area, hingga kesiapan tim medis darurat telah disimulasikan secara matang guna memastikan kenyamanan dan keamanan optimal bagi kepala negara beserta seluruh rombongan delegasi luar negeri selama berada di lokasi. (TJ)