Gunung Merapi Meluncurkan Guguran Lava Pijar ke Arah Magelang Sejauh Hampir 2 Kilometer

Gunung Merapi menyemburkan lahar panas.
Sumber :
  • Badan Geologi

Viva Semarang, Magelang – Aktivitas Gunung Merapi menunjukkan peningkatan pada Jumat (24/7/26) pagi. Gunung Merapi meluncurkan guguran lava pijar hingga sejauh hampir dua kilometer ke arah Magelang. Berdasarkan catatan pemantauan berkala, guguran lava pijar tersebut teramati mengalir ke sektor barat daya, tepatnya di alur Kali Sat dan Kali Putih Kabupaten Magelang, dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.800 meter.

Gunung Merapi Hari Ini Tenang, Status Tetap Siaga Level III

Pengamatan visual dari Badan Geologi ESDM mengindikasikan kondisi fisik Gunung Merapi terlihat cukup jelas meski sesekali tertutup kabut tebal. Pada bagian kawah, tidak teramati adanya asap yang keluar. Sementara itu, kondisi iklim di sekitar area puncak terpantau berawan dengan hembusan angin lemah ke arah utara.

Suhu udara berkisar antara 15,6 hingga 17,4 derajat Celsius, tingkat kelembapan udara berada pada rentang 79,7 hingga 88 persen, serta tekanan udara tercatat 873,8 hingga 918,8 mmHg.

Gunung Merapi Luncurkan Enam Kali Guguran Lava Sejauh 2 Kilometer

Selain guncangan visual, rekaman kegempaan turut mengonfirmasi tingginya intensitas aktivitas di dalam perut bumi Merapi. Terdata terjadi 27 kali gempa guguran dengan amplitudo berkisar antara 1 hingga 19 milimeter dan durasi berkisar dari 32,19 hingga 230,66 detik.

Petugas pemantau juga mencatat satu kali gempa Low Frequency beramplitudo 11 milimeter dengan durasi 18,43 detik. Selain itu, terjadi 14 kali gempa hibrid atau fase banyak beramplitudo 2 hingga 29 milimeter dengan rentang waktu 17,62 hingga 74,72 detik.

Awas, Gunung Merapi Bisa Menyemburkan Awan Panas Tiba-tiba

Rangkaian data pemantauan tersebut mengindikasikan bahwa suplai magma di dalam tubuh Gunung Merapi masih berlangsung secara aktif. Kondisi ini berpotensi memicu terjadinya awan panas guguran secara tiba-tiba di dalam zona bahaya yang telah dipetakan.

Pihak berwenang mengingatkan bahwa potensi bahaya saat ini mengintai sektor selatan hingga barat daya, meliput wilayah Sungai Boyong hingga jarak maksimal lima kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga sejauh tujuh kilometer.

Sementara untuk sektor tenggara, potensi bahaya mengancam area Sungai Woro hingga radius tiga kilometer dan Sungai Gendol hingga lima kilometer. Apabila terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik diperkirakan mampu menjangkau radius hingga tiga kilometer dari puncak.

Masyarakat diimbau keras untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di wilayah yang masuk dalam zona potensi bahaya tersebut. 

Halaman Selanjutnya
img_title