Pernah Diteror Rentenir, Rini Bangkit Bersama PNM dan Menata Masa Depan Keluarga
- Dok
Viva Semarang – Hidup memang penuh perjuangan. Di balik usaha yang kini dijalankan, ada perjuangan panjang untuk bangkit dari keterpurukan, sampai kemudian bisa menjalani kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya.
Begitulah kisah Ibu Rini, pelaku usaha kerajinan gitar
Tahun 2021 menjadi salah satu masa tersulit bagi Ibu Rini. Usaha makanan matang yang dijalankannya sepi pembeli. Di tengah kebutuhan yang terus berjalan, ia sempat terjerat rentenir. Tagihan yang datang setiap hari membuatnya hidup dalam ketakutan.
“Saat itu saya benar-benar merasa berat. Usaha sedang sepi, sementara tagihan terus datang. Saya hanya berpikir bagaimana caranya keluar dari masalah dan bisa kembali menjalankan usaha,” cerita Ibu Rini.
Di tengah kondisi tersebut, PNM Mekaar menjadi salah satu jalan bagi Ibu Rini untuk kembali bangkit. Pembiayaan yang ia dapat digunakan sebagai modal untuk kembali membangun usaha.
Perlahan, usahanya mulai berjalan kembali. Ibu Rini kemudian mengembangkan usaha kerajinan gitar handmade. Setiap gitar dibuat dengan teliti menggunakan bahan kayu pilihan dan memiliki karakter yang khas. Dari usaha yang dibangun sedikit demi sedikit, kini ia juga mengembangkan usahanya dengan menjadi AgenBRILink Mekaar.
Perjalanan bersama PNM juga tidak berhenti pada pemberian modal. Ibu Rini mengikuti berbagai kegiatan pemberdayaan, seperti pelatihan usaha, pameran UMKM, hingga berhasil masuk 50 besar program inkubasi bisnis Mekaarpreneur 2026. Berbagai pengalaman tersebut membuatnya semakin percaya diri untuk mengembangkan usaha.
“Buat saya, PNM bukan hanya memberikan modal. Saya juga mendapatkan kesempatan untuk belajar dan mengembangkan usaha. Saya jadi lebih berani mencoba, lebih percaya diri, dan punya semangat untuk terus maju,” ujar Ibu Rini.
Perubahan itu kini mulai terasa tidak hanya dalam usaha, tetapi juga dalam kehidupan keluarganya. Pada 2026, anak Ibu Rini yang masih duduk di bangku SMA mendapatkan Beasiswa Pendidikan PNM. Bagi Ibu Rini, kesempatan tersebut menjadi kebahagiaan sekaligus pengingat bahwa perjuangannya membangun usaha memiliki arti yang lebih besar.
Ia tidak hanya sedang berusaha memperbaiki kehidupan hari ini, tetapi juga sedang menyiapkan masa depan anaknya.