AR Foundation Bawa Harapan untuk 300 Anak Timbulsloko di Hari Kemerdekaan
- Dok
Viva Semarang, Demak – Kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan upacara. Di Dukuh Timbulsloko, Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, kemerdekaan juga hadir dalam bentuk perhatian kepada anak-anak.
Direktur AR Foundation, Julia Purmawati, datang langsung ke tengah masyarakat pada momentum HUT ke-81 Republik Indonesia.
Sebelum menyerahkan bantuan, Julia mengikuti upacara kemerdekaan bersama masyarakat serta anak-anak PAUD, TK, dan SD di Timbulsloko.
Setelah upacara selesai, ia menyerahkan 300 paket bingkisan kepada anak-anak. Bingkisan tersebut diberikan kepada anak-anak dari SDN 1 Timbulsloko, SDN 2 Timbulsloko, TK dan PAUD Timbulsloko.
Bagi AR Foundation, bingkisan bukan tujuan utama. Ada pesan yang lebih besar di baliknya. Anak-anak harus merasa diperhatikan.
Terlebih mereka tumbuh di wilayah yang menghadapi tantangan lingkungan. Sebagian kawasan permukiman Timbulsloko berada di atas laut.
Namun keterbatasan lingkungan, kata Julia, tidak boleh berubah menjadi keterbatasan mimpi.
“Kami ingin anak-anak merasakan bahwa kemerdekaan juga berarti mereka memiliki kesempatan untuk tumbuh dan bermimpi,” ujar Julia.
Karena itu, AR Foundation memilih anak-anak sebagai salah satu fokus kegiatan.
Julia mengatakan, perhatian kepada anak tidak boleh dimulai ketika mereka sudah dewasa. Harus dimulai sejak dini. Anak PAUD membutuhkan ruang untuk tumbuh dan bermain. Anak SD membutuhkan dukungan untuk membangun karakter, kepercayaan diri, dan pengalaman sosial.
“Kami percaya bahwa dukungan kepada anak harus dimulai sejak usia dini dan menjangkau seluruh jenjang pendidikan dasar,” katanya.
Kegiatan di Timbulsloko juga menjadi bagian dari upaya AR Foundation memahami kebutuhan masyarakat secara langsung.
Julia tidak ingin yayasan datang membawa program yang dibuat sepihak. Sebaliknya, komunikasi dengan sekolah dan masyarakat menjadi bagian penting.
“Kami tidak ingin datang dengan asumsi bahwa kami paling tahu apa yang dibutuhkan. Justru kami ingin mendengarkan terlebih dahulu,” ujarnya.
Pendekatan itu membuat kegiatan sosial tidak berhenti pada pemberian bantuan. AR Foundation ingin membangun hubungan. Mendengar kebutuhan.
Melihat persoalan. Lalu menentukan bentuk dukungan yang paling relevan.
Menurut Julia, kebutuhan anak-anak tidak selalu berbentuk materi. Mereka membutuhkan perhatian. Ruang berekspresi. Kesempatan bermain. Pendidikan yang baik. Dan orang-orang dewasa yang percaya terhadap kemampuan mereka.