CJIBF 2026 Cetak Rencana Investasi Rp19,6 Triliun di Jawa Tengah
- Dok
Viva Semarang, Nasional — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah resmi menggelar Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara Jakarta, Kamis (27/8/2026). CJIBF ini mengusung tema “Accelerating Investment Growth in Central Java through Sustainable Development and Regional Competitiveness”.
Forum promosi investasi tahunan dalam kerangka Koridor Ekonomi, Perdagangan, Investasi, dan Pariwisata Jawa Tengah (KERIS JATENG) ini dihadiri sekitar 400 peserta dari kementerian, pemerintah daerah, kedutaan besar, hingga calon investor domestik dan mancanegara.
Gelaran CJIBF 2026 berlangsung di tengah tren positif perekonomian Jawa Tengah. Pada Triwulan II-2026, ekonomi Jawa Tengah tumbuh 5,71% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Pulau Jawa (5,65%) dan nasional (5,29%).
Tingkat inflasi per Juli 2026 juga terjaga aman pada level 2,60% (yoy). Sementara itu, realisasi penanaman modal Jawa Tengah pada semester I-2026 telah menembus Rp59,94 triliun, terdiri dari PMA Rp25,92 triliun, PMDN Rp22,62 triliun, dan UMK Rp11,40 triliun, dengan total 55.989 proyek dan menyerap 213.217 tenaga kerja.
Peluang Investasi dan Komitmen Berkelanjutan
Dalam CJIBF kali ini, ditawarkan 26 proyek investasi bernilai clean and clear, termasuk empat proyek unggulan pemenang Investment Challenge (IC) 2026. Sektor yang ditawarkan sangat beragam, mulai dari energi terbarukan, pengolahan limbah, manufaktur, pertanian dan hilirisasi pangan, logistik, kesehatan, hingga pariwisata berkelanjutan yang menjadi salah satu fokus tema pembangunan daerah tahun 2027.
Sesi One-on-One Meeting (O3M) berhasil mencatatkan 60 sesi pertemuan dengan partisipasi 38 pelaku usaha, menghasilkan 37 Letter of Intent (LoI) serta rencana investasi senilai Rp19,6 triliun.
Rangkaian acara juga diwarnai dengan penandatanganan berbagai kesepakatan komitmen investasi penting. Antara lain, pengembangan kawasan industri pangan halal di Kabupaten Pemalang oleh PT Fayyad Industri Pangan Halal Terhubung bernilai Rp8,75 triliun, serta proyek pengolahan sampah menjadi energi terbarukan (Waste to Energy) oleh Energy3 International, Inc. bersama 7 Kabupaten/Kota di Jateng senilai Rp5,2 triliun.
Selain itu, PT Yosun Tire and Rubber Indonesia (PMA Tiongkok) secara simbolis menyerahkan dokumen komitmen investasi Rp4 triliun di KEK Industropolis Batang.