Pangdam IV/Diponegoro Pimpin Pemberangkatan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT
- Dok
Viva Semarang – Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., memimpin langsung pemberangkatan bantuan kemanusiaan Kodam IV/Diponegoro bagi masyarakat terdampak gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Upacara pengiriman bantuan digelar di Serambi Kehormatan Makodam IV/Diponegoro, pada Senin (31/8/2026).
Bantuan tersebut diberangkatkan di tengah kondisi masyarakat NTT yang masih menghadapi dampak bencana. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Minggu (30/8/2026), sebanyak 188.161 warga masih mengungsi akibat gempa bumi yang melanda wilayah NTT. Sementara itu, data BNPB mencatat 111 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut.
Situasi pascabencana juga masih diwarnai aktivitas gempa susulan. Berdasarkan keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hingga Senin (31/8/2026) pukul 05.00 WIB tercatat 10.232 gempa bumi susulan.
Sementara itu, gempa magnitudo di atas 5 ada 35 kejadian. Gempa susulan yang dirasakan masyarakat 157 kejadian. Kondisi tersebut membuat masyarakat terdampak masih membutuhkan dukungan, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar selama berada di tempat pengungsian.
Keluarga besar Kodam IV/Diponegoro menghimpun dan mengirim berbagai bantuan bagi masyarakat terdampak. Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya membantu meringankan beban warga yang tengah menghadapi masa sulit akibat bencana.
Untuk menjangkau masyarakat terdampak, bantuan dihimpun melalui dua jalur. Jalur pertama dipusatkan di Makodam IV/Diponegoro, yang melibatkan bantuan dari anggota Makodam serta jajaran Korem 072/PMK, Korem 073/MKT, Korem 074/WRT, Kodim 0733/Kota Semarang dan Brigif TP 43/Muria. Sementara jalur kedua diberangkatkan dari Makorem 071/Wijayakusuma yang dipimpin langsung oleh Danrem 071/Wijayakusuma.
Selanjutnya, bantuan dari kedua jalur tersebut diberangkatkan menuju Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, untuk kemudian diteruskan ke wilayah NTT.
Berbagai kebutuhan masyarakat yang dikirimkan antara lain bahan makanan, susu, biskuit, mi instan, pakaian, obat-obatan serta kebutuhan lainnya yang diperlukan selama masa tanggap dan pemulihan pascabencana.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus memberikan dukungan moril. Kehadiran bantuan dari berbagai pihak menjadi pengingat bahwa masyarakat terdampak tidak menghadapi masa sulit tersebut seorang diri.
"Kodam IV/Diponegoro menunjukkan komitmen untuk terus hadir membantu masyarakat yang membutuhkan, termasuk ketika bencana melanda wilayah di luar daerah tugasnya. Semangat kemanusiaan dan gotong royong menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat melewati masa sulit serta mendukung proses pemulihan pascabencana," jelas Pangdam. (TJ)