FIFA Series, Indonesia Akan Melawan Dua Tim Antah Berantah

Timnas Indonesia.
Sumber :
  • PSSI

Viva Semarang, Sepak Bola – Indonesia akan menjadi tuan rumah FIFA Series yang bakal digelar pada 23-31 Maret 2026 mendatang. Fans Garuda sebelumnya berharap Indonesia akan kedatangan tim-tim papan atas. Tapi, justru Indonesia akan melawan dua tim antah berantah, meskipun ada satu tim berkelas medioker yang turut serta.

Juventus pun Beri Selamat untuk Emil Audero dan Indonesia yang Raih Juara FIFA ASEAN Cup

Laga-laga tersebut rencananya akan digelar di Jakarta.

Tim medioker Eropa, Bulgaria yang berada di ranking 88 FIFA akan menjadi lawan paling berbobot bagi Timnas Indonesia. Tentu saja, ini menjadi kesempatan Skuad Garuda untuk menaikkan poin FIFA sekaligus memperbaiki ranking.

Borussia Mönchengladbach Bangga Kevin Diks Bawa Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Bulgaria telah bermain sebanyak tujuh kali di Piala Dunia, bahkan pernah masuk semifinal pada Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat.

Lalu, dua tim lainnya dari mana?

Bangganya Klub Fortuna Sittard Pada Justin Hubner dan Ole Romeney yang Bawa Indonesia Juara

Kepulauan Solomon dan Saint Kitts dan Nevis. Pernah dengar?

Catatan FIFA, saat ini Kepulauan Solomon berada di posisi 152 Ranking FIFA. Sedangkan Saint Kitts dan Nevis (SKN) lebih di bawah lagi, yaitu ranking 154.

Kedua negara tersebut berada jauh di bawah Indonesia yang kini berada di ranking 122. Selain itu, Solomon dan SKN juga berada di bawah dua negara ASEAN lainnya yaitu Filipina dan Singapura.

Kepulauan Solomon selama ini berlaga di Konfederasi Oceania, sedangkan Saint Kitts dan Nevis di Konfederasi Karibia.

Dikutip dari laman resmi PSSI, FIFA Series 2026 akan diikuti 48 tim nasional yang terbagi ke dalam 12 grup yang masing-masing berisi empat tim.

Sebanyak 11 Asosiasi Anggota FIFA akan menjadi tuan rumah rangkaian ajang ini, dengan Rwanda menjadi tuan rumah dua grup, sehingga total jumlah grup menjadi 12.

"FIFA Series memberi pengalaman langsung bagi tuan rumah dalam penyelenggaraan acara, perencanaan operasional, pengembangan wasit, serta organisasi kompetisi, menyerupai kondisi turnamen internasional besar dan memperkuat kapasitas di berbagai bidang fungsional," demikian keterangan resmi laman PSSI.(TJ)