Deretan Tim yang Hujani Gol ke Gawang PSIS Musim Ini: Ada Tetangga Dekat
- PSIS
Viva Semarang, Sepak Bola – Perjalanan PSIS Semarang di Liga 2 musim 2025/2026 bagaikan mimpi buruk. Bukan hanya sulit meraih kemenangan, gawang Laskar Mahesa Jenar bahkan menjadi lumbung gol bagi tim lawan.
Berdasarkan statistik hingga pekan ke-21, pertahanan PSIS tampak sangat rapuh saat berhadapan dengan tim-tim penghuni papan atas. Hasil ini membuat PSIS terancam degradasi ke Liga 3.
Pelatih PSIS waktu itu bahkan mengakui bahwa pertahanan PSIS rapuh.
"Saya melihat lini belakang kita itu agak rapuh, ya itulah sepak bola. Kami akan mengevaluasi, banyak catatan di pertandingan ini," kata pelatih PSIS waktu itu saat dihujani gol 4-0 oleh Persiku Kudus.
Berikut adalah deretan tim yang paling rajin membobol gawang PSIS musim ini:
1. Persiku Kudus: Tetangga Dekat yang Paling Kejam
Predikat lawan paling mematikan bagi PSIS musim ini justru jatuh kepada tetangga dekat mereka, Persiku Kudus. Dalam dua pertemuan di Derbi Jawa Tengah, Persiku sukses menyarangkan total 7 gol tanpa balas.
Putaran 1: PSIS dilumat 0-4.
Putaran 2: PSIS Kembali kalah telak 3-0.
Agregat 7-0 ini menunjukkan dominasi total sang tetangga atas tim kebanggaan warga Semarang tersebut.
2. PSS Sleman dan Tornado FC: Hujan Gol Agregat 7-1
Dua tim papan atas lainnya, PSS Sleman dan Tornado FC, juga memberikan luka mendalam bagi lini belakang PSIS.
PSS Sleman (Pemuncak Klasemen) sukses menyarangkan 7 gol (5-0 dan 2-1). Kemenangan 5-0 PSS di putaran pertama menjadi kekalahan terbesar PSIS sejauh ini.
Tornado FC tidak mau kalah dengan mencatatkan agregat serupa, 7-1 (4-1 dan 3-0), sekaligus menegaskan perbedaan kasta kualitas permainan di lapangan.
3. Persipura Jayapura: Dominasi Tim Mutiara Hitam
Tim tangguh dari timur, Persipura Jayapura, turut memperpanjang penderitaan PSIS. Dalam dua pertemuan, gawang PSIS diberondong total 6 gol. Kekalahan 2-0 di laga perdana disusul dengan kekalahan telak 4-0 di putaran berikutnya, membuat agregat pertemuan mereka berakhir 6-0 untuk Persipura.
4. Barito Putera: Efisiensi yang Menyakitkan
Meski tidak mencetak gol sebanyak tim lain, Barito Putera menunjukkan efisiensi yang menyakitkan. Mereka menyapu bersih dua pertemuan dengan skor identik 1-0. Walaupun agregat hanya 2-0, hasil ini tetap membuat PSIS kehilangan 6 poin penting tanpa sanggup membalas satu gol pun.