Kalau Jadi, PSIS Semarang Akan Uji Coba Melawan Klub Liga 1 Sebelum Lebaran
- PSIS
Viva Semarang, Sepak Bola – Manajemen PSIS Semarang berusaha mematangkan persiapan tim. Hal ini dilakukan menjelang 6 laga krusial Liga 2 Pegadaian Championship.
PSIS baru saja menggelar laga pemanasan internal dengan tim akademi. Laskar Mahesa Jenar kini tengah menjajaki komunikasi serius dengan kontestan Liga 1 Super League PSIM Yogyakarta. Kalau jadi, keduanya akan menggelar laga uji coba sebelum libur Lebaran 2026.
Kabar mengenai rencana uji coba ini muncul seiring kebutuhan tim. Pelatih ingin menguji kekuatan pemain melawan tim yang levelnya lebih tinggi. Diharapkan, negosiasi antara kedua manajemen mencapai kesepakatan. Jika iya, laga bertajuk duel klasik tersebut rencananya akan dilaksanakan pada Minggu atau Senin ini.
"Kita coba hubungi PSIM, apakah mereka bersedia atau tidak. Kita tunggu kabarnya dulu. Jika ada, mungkin di Minggu atau Senin," kata pelatih PSIS.
Evaluasi Laga Kontra EPA PSIS
Langkah mencari lawan tanding dari kasta yang lebih tinggi sangat penting. Ini untuk menguju kemampuan sesungguhnya.
Hasil laga uji coba sebelumnya dinilai bukan ukuran sesungguhnya bagi PSIS. Meski menang 4-0, tapi lawannya adalah Elite Pro Academy (EPA) PSIS yang levelnya jauh di bawah.
Meski menang besar, pelatih kepala PSIS, Andi Ramawi, menegaskan bahwa hasil akhir bukan menjadi parameter utama.
Menurutnya, tujuan utama dari latih tanding melawan tim akademi tersebut adalah untuk menjaga ritme bertanding. Selain itu, untuk melihat sejauh mana para pemain mampu mengaplikasikan instruksi taktik yang diberikan selama sesi latihan rutin.
"Meskipun menghadapi tim akademi yang kualitasnya berada di bawah tim senior, tim kepelatihan tetap memantau kedisiplinan pemain dalam menjalankan game plan," ungkap Andi Ramawi.
Lini Belakang Masih Belum Solid
Berdasarkan hasil evaluasi laga terakhir, tim kepelatihan menyoroti dua kelemahan fundamental. Sektor pertahanan dianggap masih memiliki celah atau gap antar lini yang cukup lebar. Hal ini dinilai sangat berisiko jika PSIS harus menghadapi lawan dengan intensitas serangan tinggi seperti di kompetisi resmi nanti.
Selain koordinasi pertahanan, efektivitas di lini depan juga menjadi catatan. Meski penyerang andalan seperti Jhon mampu memborong empat gol dalam laga kontra tim EPA, Andi Ramawi menganggap hal itu belum bisa menjadi tolok ukur murni. Aspek penyelesaian akhir (finishing) akan terus diasah sebelum mereka kembali bertarung di enam laga krusial sisa musim ini.