PSIS Pengin Uji Coba Lawan PSIM, Beda Kasta Bisa Dihajar Berapa Gol?
- PSIS
Viva Semarang, Sepak Bola – Dua klub beda kasta direncanakan akan melakukan uji coba. Laga ini menguntungkan kedua tim di tengah jeda kompetisi.
Pelatih PSIS Semarang Andri Ramawi melontarkan rencana ini beberapa waktu lalu. Timnya ingin menambah kesempatan uji coba melawan tim yang lebih berkualitas. Rencananya PSIM Yogyakarta akan menjadi partner uji coba tersebut.
Pertandingan persahabatan itu untuk momentum bertanding sebelum libur Lebaran 2026.
Menariknya, kedua tim saat ini berada dalam situasi yang sangat kontras di liga masing-masing. Berdasarkan data klasemen terbaru, PSIM Yogyakarta tampil cukup stabil di kasta tertinggi Liga 1 atau Super League.
Sementara PSIS Semarang sedang berada di papan bawah Liga 2 Pegadaian Championship. Bahkan PSIS sedang berjuang agar terhindar dari lubang degradasi.
"Kita coba hubungi PSIM, apakah mereka bersedia atau tidak. Kita tunggu kabarnya dulu. Jika ada, mungkin di Minggu atau Senin," kata pelatih PSIS.
Kekuatan PSIM Yogyakarta
Laskar Mataram PSIM menunjukkan taringnya sebagai tim promosi yang kompetitif di Liga 1 Super League 2025/2026. PSIM berada di posisi ke-8 dengan koleksi 38 poin dari 25 pertandingan. Posisi PSIM tergolong aman dari ancaman zona merah.
Tim asuhan pelatih Jean-Paul van Gastel asal Belanda ini punya catatan lini depan yang cukup tajam. Bagi PSIM, uji coba melawan PSIS adalah sarana untuk mematangkan strategi demi menembus posisi lima besar di sisa musim.
Kondisi PSIS Semarang
Kondisi PSIM berbanding terbalik dengan yang dialami oleh PSIS Semarang. Data di klasemen Grup B Liga 2 Pegadaian Championship, PSIS masih tertahan di peringkat ke-9 dengan raihan 16 poin dari 21 laga.
Laskar Mahesa Jenar berada dalam posisi yang sangat rawan. Jika tidak segera bangkit, PSIS terancam harus melewati babak playoff degradasi untuk tetap bertahan di kasta kedua musim depan. Jika kalah di playoff maka akan terdegradasi ke Liga 3.
Laga uji coba yang direncanakan ini menjadi sangat krusial, terutama bagi PSIS. Pelatih PSIS memerlukan lawan selevel Liga 1 seperti PSIM untuk menguji mentalitas pemain sebelum menghadapi laga-laga "hidup mati" di sisa kompetisi Liga 2.