Bukti Harry Kane Tidak Salah Pilih
- Instagram Harry Kane
Viva Semarang, Sepak Bola – Harry Kane sukses besar bersama Bayern Munchen. Ia bisa meraih gelar klub pertamanya saat bergabung dengan Bayern. Ia meraihnya di tahun 2025 di Bundesliga.
Tahun ini Harry Kane berpotensi menambah gelar, bahkan tiga sekaligus. Yang pertama Bundesliga, yang kedua Liga Champions, dan yang ketiga Piala Jerman atau Piala DFB.
Sebelum bergabung dengan Bayern Munchen, Harry Kane berkarir di Tottenham Hotspur selama 10 tahun sebagai pemain profesional. Selama itu, Kane tidak pernah sekalipun meraih gelar juara klub. Ia hanya meraih penghargaan pribadi seperti pemain terbaik dan top skorer.
Pengamat menilai, Kane tidak berada di klub yang tepat dan tidak punya aura juara. Kane harusnya bermain untuk klub besar yang bisa menjamin gelar juara.
Selama sepuluh tahun berseragam Spurs, Kane sebenarnya tidak kekurangan pengakuan. Ia adalah mesin gol yang rajin mengoleksi sepatu emas dan penghargaan pemain terbaik. Namun, pengamat sepak bola berulang kali menekankan bahwa Kane terjebak di klub yang kurang memiliki mentalitas juara.
Ia sangat mencintai Tottenham Hotspur, tapi ia juga butuh juara. Kane pun dengan berat hati harus pindah. Klub-klub besar pun antre meminang Kane. Antara lain Real Madrid, Barcelona, dan lain-lain. Tapi hati Kane berlabuh ke Bayern Munchen pada musim 2023/2024.
Tahun pertama Kane datang, Bayern justru tidak juara. Padahal tahun-tahun sebelumnya nyaris selalu juara. Banyak yang kemudian mengkritik Kane yang dianggap membawa aura tidak juara ke Bayern. Padahal ia meraih pencetak gol terbanyak Bundesliga.
Drama pun penuh bumbu cibiran. Namun, mentalitas baja Kane berbicara pada musim keduanya. Memasuki periode 2024/2025, ia berhasil membungkam semua keraguan dengan mempersembahkan gelar Bundesliga pertamanya. Ini sekaligus mengakhiri puasa gelar panjang yang menyiksa kariernya.
Kini, Harry Kane tidak hanya sekadar menang, ia sedang berada di ambang sejarah besar. Penampilannya yang konsisten di depan gawang lawan telah mengantar Bayern berada di gerbang juara Bundesliga kembali.
Ia sekaligus membawa Bayern melaju jauh ke babak semifinal Piala DFB dan Liga Champions UEFA. Ambisi Kane kini tak lagi sekadar meraih trofi perdana, melainkan menyapu bersih semua kompetisi yang diikuti.