Semua Akan Arsenal Pada Waktunya

Arsenal merayakan lolos ke babak final Liga Champions.
Sumber :
  • Instagram Arsenal

Viva Semarang, Sepak Bola – Persaingan seru antara Arsenal dan Manchester City dalam berburu juara berlangsung sengit sepanjang musim ini. Sempat disalip City menjelang penghujung musim, The Gunners pun kini juara. Sebuah proses panjang setelah menunggu 22 tahun untuk kembali mengangkat tropi Liga Inggris Premier League.

Arsenal Bangkit Tundukkan Chelsea 2-1 di Emirates Stadium

Ya, selama 22 tahun lamanya para pendukung Arsenal akrab dengan harapan kosong. Bahkan sering diledek sebagai tim spesialis "nyaris juara". Bahkan mungkin bentuk pialanya saja sudah lupa.

Mikel Arteta dan pasukannya seolah memiliki hobi unik, memimpin klasemen di awal, lalu ban bocor tepat di depan garis finis.

Aston Villa Belum Cetak Gol Hingga Laga ke 3 Liga Inggris Premier League

Kalau diibaratkan mobil, Arsenal adalah mobil listrik. Kencang, tapi begitu baterai habis, ngecasnya lama. Didorong pun tak bisa.

Tak heran jika lawan-lawannya yang memakai mobil diesel, bisa menyalip sambil tertawa.

Ditinggal Kiper Argentina, Aston Villa Hancur Lebur di Dasar Klasemen Liga Inggris

Tapi itu dulu. Musim ini skuad Arteta beda. Ia sudah berganti mobil hybrid. Tetap pakai BBM, tapi punya cadangan listrik. Habis bensin tak masalah, masih ada tenaga cadangan.

Proses menuju juara bisa dibilang penuh drama dan prank bagi tim besutan Mikel Arteta itu. Bayangkan, sudah berapa kali Arsenal selalu memimpin klasemen tapi terdepak di penghujung musim.

Maka tak heran jika banyak yang berfikir bahwa musim ini akan sama saja. Apalagi Arsenal sempat disalip oleh City pada perburuan gelar yang menyisakan beberapa laga.

Tapi, ibarat pepatah: semua akan bahagia pada waktunya. Kini gelar itu telah tiba untuk Arsenal. Pepatah pun berganti: semua akan Arsenal pada waktunya.

Hasil imbang antara Bournemouth melawan Manchester City menjadi jawabannya. City hanya menambah satu poin. Membuat selisihnya dengan Arsenal menjadi 4 poin saja. Kemenangan di satu laga sisa pekan depan, hanya akan memberi tambahan 3 poin bagi City. Itu tidak cukup untuk menyalip Arsenal.

Perjalanan Arsenal menuju tangga juara penuh dengan momen-momen krusial.

Arsenal sempat unggul jauh di puncak klasemen dari Manchester City. Bayangkan, 9 poin selisihnya. Tapi Manchester City bisa menyusul. City bahkan menyalip Arsenal dengan selisih signifikan ketika kompetisi tinggal beberapa laga saja.

Yang paling dramatis adalah ketika kedua tim bertemu pada 19 April 2026. Laga dimenangkan City sekaligus mendepak Arsenal dari puncak klasemen. Di titik inilah persaingan perburuan juara berada di titik menegangkan. Setiap laga adalah final. Kemenangan setipis apapun adalah emas. Terutama bagi Arsenal yang berubah menjadi tim yang sulit bikin gol. Hampir semua laga menjelang kompetisi tuntas dimenangkan dengan skor tipis, bahkan melawan tim yang sudah degradasi seperti Burnley.

Dan kunci dari seluruh perburuan itu adalah laga City melawan Everton. Ya, Manchester City terpeleset di Hill Dickinson Stadium, markas Everton. Hasil imbang membuat poin City berkurang dua dari ekspektasi tiga.

Dan, saat Arsenal membekuk West Ham lima hari kemudian, situasi berbalik. Arsenal ganti memimpin klasemen. Dan itu bisa dipertahankan hingga Selasa malam atau Rabu dini hari WIB tadi. City tertahan di markas Bournemouth. Poin City tak bisa mengejar Arsenal.

Dan publik London Utara pun berpesta! (TJ)