Tanjung Verde Menang Lawan Argentina, Penganut Kejutan Akan Gembira
- Reuters
Viva Semarang, Sepak Bola – Penggemar sepak bola dunia terbelah menjadi banyak bagian setiap Piala Dunia digelar. Termasuk Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Yang pertama tentu saja fans negara masing-masing yang lolos ke Piala Dunia.
Yang kedua, fans negara yang tidak lolos kemudian mendukung tim negara mana. Yang paling logis adalah mendukung tim yang dekat dengan letak geografis maupun psikologis. Misalnya mendukung tim yang satu benua, atau tim yang punya kedekatan psikologis seperti ras maupun agama.
Nah, yang juga tak kalah banyaknya adalah penganut kejutan. Mereka yang sangat senang dengan hasil mengejutkan. Maka kelompok ini akan sangat gembira ketika tim unggulan tumbang oleh tim kecil. Ambil contoh ketika Jerman tumbang oleh Paraguay, atau Belanda disikat Maroko.
Lalu jauh ke belakang, kelompok ini tak akan lupa berapa euforianya mereka ketika Jerman bertekuk lutut dihajar Korea Selatan pada Piala Dunia 2018. Sebuah kejutan yang sangat menggugah adrenalin.
Dan pada Piala Dunia 2026 ini, potensi kejutan masih sangat mungkin terjadi. Itu artinya, kelompok penganut kejutan ini sangat antusias menunggu hasil tim kecil menaklukkan tim besar. Kelompok ini tidak peduli siapa yang bermain. Mereka tidak punya tim favorit, kecuali saat tim kecil menghadapi raksasa. Sudah pasti, penganut kejutan akan mendukung tim kecil.
Nah, besok pagi, Sabtu 05.00 WIB, penganut kejutan akan bersiap di depan televisi atau gadget mereka untuk menyaksikan laga Tanjung Verde melawan Argentina. Tentu saja mereka akan berada di barisan Tanjung Verde.
Penganut kejutan ini jelas merupakan kelompok antitesis. Umumnya, orang akan menjawab Argentina jika ditanya menang mana. Dan itu logis kok. Secara kekuatan dan materi pemain, prediksi Argentina menang melawan Tanjung Verde memang wajar. Mereka punya Messi.
Tapi itu hitungan matematis, yang bagi penganut kejutan jelas tidak menarik dan membosankan.
Jika Argentina menang melawan Tanjung Verde apa menariknya. Itu biasa!
Kalau Tanjung Verde menyingkirkan Argentina bersama Messi-nya, itu baru dongeng indah yang bakal dikenang sepanjang jaman sepak bola. Sama persis ketika juara bertahan Argentina disikat Kamerun di Piala Dunia 1990. Hingga kini cerita itu tak pernah lenyap, terutama bagi pendukung Kamerun dan Argentina. Sebuah dongeng indah bagi Kamerun, tapi juga cerita horor bagi Argentina.