Mesir Kalah Kontroversial, Ketidakadilan VAR Dikecam

Mesir mengecam wasit dan VAR yang kontroversial pada laga melawan Argentina.
Sumber :
  • Reuters

Viva Semarang, Sepak Bola – Pertandingan babak 16 Besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Mesir diwarnai keputusan wasit yang memicu kontroversial. Laga itu tidak sekadar menyajikan drama kejar-mengejar angka, tetapi memicu perdebatan tentang wasit dan VAR yang tidak adil dan  menguntungkan Argentina.

Spanyol Kalahkan Prancis 5-4, Akankah Terjadi Lagi di Semifinal Piala Dunia?

Sukses sang juara bertahan membalikkan kedudukan memang menunjukkan mentalitas baja. Namun, di balik itu, kepemimpinan wasit Francois Letexier menjadi pusat kontroversi yang meninggalkan rasa pahit bagi kubu Mesir.

Spekulasi pun merebak, apakah turnamen ini memang dirancang untuk memuluskan langkah Argentina?

Inggris Juara, Rekor Piala Dunia Sepanjang Sejarah Bakal Pecah

Pantas jika kecurigaan itu muncul. Sejak undian grup, Argentina menjadi negara unggulan yang masuk dalam di grup ringan. Bagan pertandingan selanjutnya pun menempatkan Argentina di jalur yang dianggap mudah. Dan saat jalur itu ternyata terjal, keputusan wasit dan VAR dinilai banyak membantu Lionel Messi dan kawan-kawan.

Sejak peluit pertama berbunyi, Mesir sebenarnya tampil mengejutkan dengan kedisiplinan taktis yang tinggi. Mereka unggul dua gol. Argentina yang sempat mendapatkan hadiah penalti, tembakkan Messi bisa dibendung kiper Mesir.

Haaland Konyol dan Sorloth Egois, Biang Kekalahan Norwegia dari Inggris

Gol pembuka Ibrahim pada menit ke-15 membuktikan bahwa lini pertahanan Argentina tidak sekuat yang dibayangkan.

Titik balik psikologis pertandingan ini mulai bergeser pada babak kedua, tepatnya di menit ke-60, saat intervensi Video Assistant Referee atau VAR menganulir gol kedua Mesir. 

Keputusan Letexier yang menganggap ada sentuhan minimal antarpemain di wilayah Mesir dinilai terlalu mencari-cari kesalahan dan merusak ritme permainan.

Mesir sempat memperlebar jarak menjadi 2-0 lewat skema serangan balik cepat Mostafa Zico pada menit ke-6. Tapi insiden VAR pertama tampak mulai mengganggu ketenangan mental mereka.

Di sisi lain, kelas dan kedalaman skuad Argentina tidak bisa dikesampingkan. Respons taktis Lionel Scaloni untuk keluar menyerang membuahkan hasil ketika Cristian Romero memperkecil ketertinggalan pada menit ke-79. Disusul kemudian gol penebusan dosa dari Lionel Messi empat menit berselang. 

Momentum kini sepenuhnya milik Argentina.

Puncak kontroversi yang melahirkan narasi "settingan" terjadi pada masa injury time. Gol penentu kemenangan Argentina yang dicetak Enzo Fernandez pada menit ke-90+3 lahir dari sebuah proses yang diawali dugaan pelanggaran pemain Argentina di kotak penalti mereka sendiri.

Halaman Selanjutnya
img_title