Argentina Tertekan di Babak Pertama

Laga Spanyol melawan Argentina di babak final Piala Dunia 2026.
Sumber :
  • Reuters

Viva Semarang, Sepak Bola Pertandingan final Piala Dunia FIFA 2026 menyajikan duel ketat antara Spanyol dan Argentina. Berdasarkan data statistik di babak pertama, Argentina tertekan oleh Spanyol yang tampil sangat dominan. Meski demikian, papan skor masih menunjukkan angka 0-0 hingga turun minum.

Pemain Argentina Jadi Rebutan Barcelona dan Arsenal

Sejak peluit pertama dibunyikan, Spanyol langsung mengambil inisiatif serangan dan menguasai jalannya pertandingan secara masif. Tim Matador mencatatkan penguasaan bola hingga 64%, berbanding terbalik dengan Argentina yang hanya mampu menorehkan 36% mengendalikan bola.

Spanyol juga memperlihatkan permainan umpan-umpan pendek yang sangat rapi dengan total 294 operan dan tingkat akurasi mencapai 90%. Sementara itu, Argentina terlihat kesulitan keluar dari tekanan dengan hanya melepaskan 163 operan berakurasi 84%.

Pemain Argentina Ketakutan Balik ke Inggris, Sampai Sewa Pengawal

Tekanan demi tekanan yang dilancarkan Spanyol membuahkan 3 tembakan ke arah pertahanan lawan, di mana 1 di antaranya mengarah tepat ke gawang Argentina. Salah satu peluang emas didapatkan oleh penyerang muda Lamine Yamal pada menit 5, saat ia menerima operan di dalam kotak penalti namun tendangannya masih mengarah lurus ke pelukan penjaga gawang Emiliano Martinez.

Serangan Argentina benar-benar melempem tanpa melakukan satu pun tembakan sepanjang 45 menit pertama. Spanyol juga unggul dalam perolehan tendangan sudut dengan catatan 2 kali, sementara Argentina sama sekali belum memperolehnya.

Tiga Pemain Argentina Dalam Ancaman Akibat Insiden Piala Dunia

Gempuran bertubi-tubi dari Spanyol memaksa barisan pertahanan Argentina bekerja ekstra keras. Hal ini tercermin dari agresivitas pertahanan Argentina yang harus melakukan 11 kali sapuan, 3 intersep, dan 1 blok untuk mengamankan gawang mereka.

Solidnya pertahanan Argentina juga ditopang oleh efektivitas tekel yang sempurna, di mana mereka mencatatkan 4 tekel berhasil dari 4 upaya. Penjaga gawang Emiliano Martinez pun tercatat melakukan 1 penyelamatan penting untuk menjaga skor tetap kacamata.

Ketatnya tensi pertandingan membuat intensitas pelanggaran cukup tinggi, di mana Argentina melakukan 8 kali pelanggaran dan Spanyol 6 kali pelanggaran. Kerugian besar harus dialami Argentina menjelang akhir babak pertama.

Pada menit 41, bek Lisandro Martinez diganjar kartu kuning oleh wasit Slavko Vincic setelah melakukan tekel yang dinilai sangat keras. 

Kerasnya pertandingan membuat Lisandro Martinez terpaksa ditarik keluar lapangan akibat mengalami cedera. Pelatih Lionel Scaloni kemudian memasukkan Nicolas Otamendi untuk mengisi kekosongan pos lini belakang tersebut. Hingga masa perpanjangan waktu babak pertama usai, kedudukan imbang 0-0 tetap bertahan untuk kedua tim. (TJ)