Pep Guardiola Akan Latih Timnas Italia, Maldini Sedang Membujuknya

Pep Guardiola.
Sumber :
  • Reuters/Chris Randburn

Viva Semarang, Sepak Bola – Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) membawa misi besar untuk mendatangkan pelatih baru timnas mereka. Bukan pelatih dalam negeri, tapi impor. Jika jadi, maka ini adalah kejutan besar yang mendobrak tradisi Italia karena sejak tahun 1913 mereka tidak pernah memakai pelatih asing.

Argentina Dukung Infantino Jadi Presiden FIFA, Ada Hubungan ya dengan Ancaman Sanksi?

Timnas Italia sedang memburu Pep Guardiola menjadi berita menggemparkan publik Italia. Bagaimana tidak, saat ini Italia masih dilanda kekecewaan setelah timnas tidak lolos ke Piala Dunia secara berturut-turut.

Langkah manuver tingkat tinggi ini terekam di Barcelona pada akhir pekan lalu. Surat kabar Sky Italia melaporkan adanya sebuah pergerakan tokoh federasi sepak bola Italia, Paolo Maldini yang menjabat Direktur Teknis tim nasional. Ia didampingi Leonardo, mantan rekan setim Maldini di AC Milan yang baru saja diangkat menjadi penasihat senior FIGC.

Pemain Argentina Ketakutan Balik ke Inggris, Sampai Sewa Pengawal

Keduanya dikabarkan sedang menyusun strategi untuk membujuk Guardiola agar mau menerima tawaran sebagai pelatih Timnas Italia yang sarat dengan sejarah.

Langkah FIGC ini ibarat menguji keberuntungan di tengah jalan terjal. Guardiola sejatinya telah memutuskan untuk mengambil masa rehat setelah menyelesaikan era keemasannya bersama Manchester City selama satu dekade. 

Tiga Pemain Argentina Dalam Ancaman Akibat Insiden Piala Dunia

Keinginan juru taktik asal Spanyol itu untuk menikmati masa cuti selama satu tahun tak menyurutkan niat Maldini dan kawan-kawan. Bagi publik Italia, Guardiola bukan sekadar pilihan, melainkan kandidat idaman utama untuk merestorasi kebanggaan negara pemenang empat gelar juara dunia tersebut.

Tugas yang menanti pelatih baru di bangku cadangan Italia memang teramat berat. Italia baru saja melewati fase kelam dalam sejarah sepak bola mereka. Meski sempat mencicipi puncak kebahagiaan saat menjuarai Euro 2021, Gli Azzurri harus menelan pil pahit berupa kegagalan melangkah ke putaran final Piala Dunia dalam tiga edisi beruntun, yaitu 2018, 2022, dan 2026.

Luka tersebut semakin diperparah oleh performa minor di Euro 2024, tempat langkah mereka dihentikan Swiss di babak 16 besar.

"Saat ini, yang dibutuhkan Italia bukan sekadar taktik di atas kertas, melainkan sebuah visi baru yang mampu membangkitkan kembali martabat sepak bola kami di panggung dunia. Pertemuan di Barcelona adalah upaya untuk menghadirkan arah baru tersebut," ujar seorang sumber internal FIGC.

Halaman Selanjutnya
img_title