Indonesia Rindu Maarten Paes Setelah Nadeo Tampil Buruk Lawan Vietnam di ASEAN Cup

Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes.
Sumber :
  • Instagram Maarten Paes.

Viva Semarang, Sepak Bola – Penampilan lini belakang Tim Nasional Indonesia pada ajang ASEAN Cup 2026 dikritik habis.

Timnas Argentina Si Paling Penuh Tato, Ternyata Sudah dari Sononya

Sektor kiper menjadi celah paling mudah dieksploitasi lawan saat melawan Timor Leste dan Vietnam.

Kiper Nadeo Argawinata tidak bisa memenuhi ekspektasi pendukung Timnas Indonesia karena kebobolan gol yang mudah.

Indonesia Hancur Lebur Dihajar Vietnam

Tiga gol, satu dari Timor Leste dan dua dari Vietnam merupakan kelemahan Nadeo dalam mengantisipasi tembakan lawan.

Bahkan, salah satu gol Vietnam terjadi akibat Nadeo bergerak ke arah yang berlawanan dari tembakan pemain Vietnam.

Vietnam di Ambang Kehancuran Hadapi Indonesia di Piala AFF

Ketidakstabilan performa di bawah mistar gawang iti memicu kerinduan mendalam dari pendukung Timnas Indonesia akan sosok Maarten Paes, kiper utama yang kerap menjadi benteng tangguh Garuda di level internasional.

Sektor pertahanan Indonesia dinilai kehilangan komando dan ketenangan yang biasa dihadirkan oleh Paes.

Kiper Ajax yang terbiasa tampil di kompetisi tingkat tinggi tersebut memiliki keunggulan mendasar dalam membaca arah bola, menutup ruang tembak di area tiang dekat, serta melakukan keputusan antisipasi yang presisi.

Absennya kualitas tersebut membuat gawang Indonesia tampak lebih rentan menghadapi tekanan dan eksekusi cepat tim lawan.

Perbedaan kualitas teknis dan ketenangan mental di area penalti menjadi alasan utama mengapa kehadiran Paes sangat dirindukan. 

Pengalaman bertanding di atmosfer kompetitif memberi Paes reflek dan kemampuan posisi yang matang.

Itu adalah modal vital yang sangat dibutuhkan tim nasional untuk menjaga konsistensi permainan saat menghadapi lawan-lawan tangguh.

Situasi ini menjadi catatan penting bagi jajaran pelatih dalam mengevaluasi kedalaman skuad di posisi penjaga gawang.

Publik kini berharap masalah pengawalan gawang dapat segera teratasi, sembari menantikan kembalinya Maarten Paes untuk mengawal lini pertahanan Indonesia pada laga-laga krusial mendatang.

Sayangnya, Paes tidak bisa bergabung di Piala ASEAN atau AFF tersebut. Turnamen ini bukanlah kalender FIFA, sehingga klub tidak memberi ijin kepada Maarten Paes dan beberapa pemain yang bermain untuk klub Eropa. (TJ)