FIFA Proses Hukum Argentina di Piala Dunia 2026, Sanksi Berat Segera Diumumkan

Leandro Paredes, pemain Argentina yang memicu kericuhan setelah final Piala Dunia 2026.
Sumber :
  • Reuters

Viva Semarang, Sepak Bola – Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) tengah menggelar investigasi menyeluruh terhadap Tim Nasional Argentina dan Federasi Sepak Bola Argentina (AFA). Investigasi dilakukan menyusul rentetan pelanggaran disiplin yang mewarnai gelaran Piala Dunia 2026.

Pemain Argentina Jadi Rebutan Barcelona dan Arsenal

Hingga saat ini, Komite Disiplin FIFA masih terus mengumpulkan bukti dan melakukan evaluasi mendalam sebelum secara resmi mengumumkan hasil akhir serta sanksi yang bakal dijatuhkan.

Proses disipliner yang sedang berjalan mencakup beberapa insiden krusial, salah satunya kericuhan pasca-laga final.

Pemain Argentina Ketakutan Balik ke Inggris, Sampai Sewa Pengawal

FIFA menyoroti bentrokan fisik yang melibatkan pemain serta staf pelatih Argentina dengan skuad Spanyol di Stadion New York New Jersey pada Juli lalu.

Selain itu, investigasi difokuskan pada tuduhan pelanggaran individu yang membidik sejumlah nama, seperti Nahuel Molina, Leandro Paredes, dan asisten pelatih Roberto Ayala, atas dugaan perilaku tidak sportif hingga tindakan penyerangan di area lapangan.

Tiga Pemain Argentina Dalam Ancaman Akibat Insiden Piala Dunia

Tidak hanya fokus pada gesekan fisik, FIFA juga memproses dakwaan pelanggaran Pasal 13 terkait pesan politik di dalam stadion. Skuad Tim Tango dinilai melakukan tindakan provokatif dengan membentangkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" sewaktu merayakan kemenangan atas Inggris di babak semifinal.

Tindakan tersebut mengundang keprihatinan luas karena memuat isu geopolitik sensitif dalam ajang olahraga resmi.

Untuk memastikan proses hukum berjalan transparan dan objektif, FIFA telah menunjuk jaksa khusus untuk mengkaji seluruh laporan pertandingan dan rekaman insiden secara detail.

Apabila terbukti bersalah, AFA dan pihak-pihak yang terlibat terancam sanksi berat, mulai dari denda finansial bernilai fantastis, penalti administratif, hingga larangan beraktivitas di dunia sepak bola dalam jangka waktu lama bagi para pemain maupun ofisial terkait. (TJ)