Argentina Dukung Infantino Jadi Presiden FIFA, Ada Hubungan ya dengan Ancaman Sanksi?

Piala Dunia 2026 akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Sumber :
  • Instagram FIFA

Viva Semarang, Sepak Bola – Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) menyampaikan dukungan terbuka kepada Presiden FIFA Gianni Infantino untuk kembali menduduki jabatannya.

Tanpa Kiper Argentina, Aston Villa Hancur Lebur Dihajar Brighton 0-4

Dukungan itu meluncur di tengah investigasi FIFA terkait beberapa pelanggaran Argentina pada Piala Dunia 2026. Argentina dalam posisi terancam sanksi FIFA akibat pembentangan spanduk politik Malvinas saat laga melawan Inggris. Selain itu, beberapa pemain Argentina juga terancam sanksi akibat perkelahian setelah kalah melawan Spanyol di babak final Piala Dunia 2026.

Federasi sepak bola Argentina, AFA, berdalih bahwa dukungan itu karena FIFA secara resmi membatalkan proyek kontroversial penjualan saham Piala Dunia kepada swasta, serta permintaan maaf kepada 211 asosiasi anggotanya.

Pemain Argentina Paredes Dilarang Bertanding 10 Kali Laga

Dalam pernyataan resminya, AFA memuji kepemimpinan Infantino selama sepuluh tahun ini.

Sikap AFA ini bahkan berseberangan dengan nada kritis yang sempat dilontarkan oleh Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL) terkait kebijakan sepihak FIFA.

FIFA Resmi Hukum Para Pemain Argentina, Federasi Berang

Pernyataan dukungan Argentina itu memicu pertanyaan spekulasi: apakah AFA sedang tarik ulur agar terhindar hukuman?

Secara aturan, AFA dipastikan tidak akan menerima hukuman apa pun hanya karena memberikan dukungan politik kepada Infantino. 

Menyampaikan sikap politik atau keberpihakan dalam kepemimpinan internal organisasi merupakan hak konstitusional setiap federasi anggota FIFA. Tindakan tersebut sama sekali tidak melanggar Kode Disiplin maupun Statuta FIFA, sehingga kabar yang menyebut Argentina terancam hukuman akibat dukungan ini dipastikan tidak beralasan.

Terkait apakah AFA menjilat Infantino lewat dukungannya, masih menjadi pro da kontra. Komite Disiplin FIFA memang sempat membuka investigasi terhadap AFA dan sejumlah pemain tim nasional Argentina usai ajang Piala Dunia. 

Investigasi independen tersebut murni berfokus pada aksi di dalam dan luar lapangan, seperti pembentangan spanduk bermotif politik serta insiden keributan pascapertandingan final, bukan karena dinamika politik federasi.

Dengan demikian, posisi AFA dalam mendukung kelanjutan kepemimpinan Gianni Infantino murni merupakan langkah diplomasi sepak bola yang sah dan terbebas dari ancaman sanksi olahraga. (TJ)