Dramatis, Real Madrid Bangkit dan Pukul Balik AS Roma 4-3
- Reuters
Viva Semarang, Sepak Bola – Pertandingan penuh drama tersaji dalam lanjutan Liga Champions UEFA yang mempertemukan tuan rumah AS Roma menghadapi Real Madrid di Stadion Olimpiade Roma pada Kamis (15/10/2026) dini hari WIB.
Laga ini diwarnai atmosfer hangat dari suporter tuan rumah yang membentangkan spanduk bertuliskan "Bentornato Special One" sebagai bentuk penghormatan kepada manajer Real Madrid, Jose Mourinho, yang pernah membawa Roma meraih gelar Conference League.
AS Roma tampil menekan sejak awal laga. Pada menit ke-5, Roma memperoleh peluang emas beruntun melalui umpan silang Paulo Dybala yang ditepis Thibaut Courtois. Bola liar dimanfaatkan Mario Hermoso lewat tembakan terukur, namun Courtois kembali melakukan penyelamatan gemilang.
Tembakan jarak jauh Manu Koné tak lama setelahnya juga berhasil diamankan sang kiper. Roma terpaksa melakukan pergantian pemain awal pada menit ke-17 setelah Koné mengalami cedera dan digantikan oleh Niccolò Pisilli.
Real Madrid sempat membalas lewat aksi Jude Bellingham di menit ke-18, namun berhasil digagalkan lini pertahanan Gianluca Mancini.
Dominasi Roma membuah hasil pada menit ke-20. Berawal dari keberhasilan merebut bola di lini tengah, Matías Soulé mengirimkan umpan ke arah luar kotak penalti yang diselesaikan oleh Marten de Roon lewat tembakan terukur untuk membawa Roma unggul 1-0.
Lima menit berselang, Real Madrid mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui sepakan keras Kylian Mbappé dari jarak 25 yard yang membentur kaki Mancini hingga mengelabui kiper Pierluigi Gollini.
Memasuki babak kedua, laga semakin memanas. Pada menit ke-50, Soulé sempat terjatuh usai dilanggar Yan Diomande sebelum kembali bangkit melanjutkan laga.
Selang satu menit, Roma kembali memimpin 2-1 memanfaatkan kesalahan koordinasi pertahanan Madrid. Umpan terobosan ciamik dari pemain pengganti Rodrigo Mora berhasil diselesaikan dengan dingin oleh Donyell Malen lewat tembakan chip yang melewati Courtois.
Roma kian menjauh pada menit ke-57. Berawal dari klaim penalti Madrid setelah Bellingham terjatuh yang diabaikan wasit, Roma melancarkan serangan balik cepat. Soulé mengirimkan umpan terobosan terukur kepada Malen yang langsung melepaskan tembakan mendatar untuk mencetak gol keduanya. Meski sempat ditinjau melalui Video Assistant Referee (VAR), gol tersebut dipastikan sah karena Malen berada dalam posisi onside, mengubah skor menjadi 3-1.
Real Madrid terus berupaya mengejar ketertinggalan. Pada menit ke-69, bek Roma Wesley menerima kartu kuning usai menjatuhkan Diomande di area berbahaya. Tak lama kemudian, Mbappé sempat menjebol gawang Roma setelah menerima umpan Diomande dan melewati Gollini, tetapi gol tersebut dianulir VAR karena hakim garis telah lebih dulu mengangkat bendera offside.
Memasuki sepuluh menit terakhir pertandingan, Real Madrid menunjukkan kebangkitan yang luar biasa. Pada menit ke-83, sebuah situasi sepak pojok dari Arda Güler memicu kemelut saat tandukan Endrick yang gagal ditangkap sempurna oleh Gollini disambar oleh Carlos Espí. Setelah pemeriksaan VAR, gol tersebut disahkan sehingga skor menipis menjadi 3-2.
Dua menit kemudian, tepatnya pada menit ke-85, Real Madrid berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3 melalui skema sepak pojok dari sisi kiri yang dikirimkan oleh Arda Güler dan disambut dengan sundulan keras oleh Endrick tanpa bisa dihalau Gollini.
Drama mencapai puncaknya pada menit ke-90 ketika Real Madrid secara spektakuler membalikkan keadaan menjadi 4-3. Berawal dari sepak pojok di sisi kanan yang kembali dieksekusi oleh Arda Güler, Antonio Rüdiger berhasil mendahului pengawalnya untuk melepaskan tembakan jarak dekat yang merobek jala gawang Roma. Keunggulan 4-3 untuk Real Madrid bertahan hingga laga tuntas. (TJ)