Manchester United Sedang Paceklik

Pemain Manchester United lesu setelah dihajar Como 1-4 di Liga Champions.
Sumber :
  • Reuters

Viva Semarang, Sepak Bola – Bagi para pendukung Manchester United, menonton tim kesayangannya saat ini bikin gemas dan geregetan. Manchester United sedang dilanda paceklik kemenangan. Bayangkan, sudah tujuh laga yang dilalui tanpa menang sekali pun. Ini nggak MU banget!

Verdonk Main Penuh, Lille Tumbang Disikat Galatasaray di Liga Champions

Paceklik yang melanda Old Trafford memuncak lewat kekalahan memalukan 4-1 dari tim Italia, Como, di Stadio Giuseppe Sinigaglia di ajang Liga Champions UEFA. Hasil ini bukan sekadar hasil buruk biasa, melainkan puncak krisis yang sedang melanda Setan Merah di bawah asuhan Michael Carrick.

Belum juga penonton duduk nyaman dan nyemil popcorn, striker Como Nico Paz sudah menjebol gawang MU pada menit kedua. Catatan ini resmi mengukuhkan United sebagai tim Inggris pertama dalam sejarah yang sanggup kebobolan di dua menit awal pada dua laga Eropa secara beruntun. Sebuah catatan yang bikin suporter mengelus dada dan berkata: pertahanan MU sekeropos biskuit yang dicelup susu.

Real Madrid Tampil Menggila Hajar Leipzig 4-1, Bikin Barcelona Ketar-Ketir Jelang El Clasico

Dengan hasil ini, deretan laga tanpa kemenangan United kini resmi memanjang menjadi tujuh pertandingan di semua kompetisi. Mimpi bersaing di papan atas Liga Champions pun perlahan bergeser menjadi perjuangan realistis agar tidak makin tenggelam dalam paceklik prestasi.

Skuat Compang-Camping dan Eksperimen Frustrasi

Como Hancurkan Manchester United di Liga Champions

Mengatakan skuat United sedang bermasalah adalah sebuah keniscayaan. Absennya figur kunci seperti Lisandro Martinez dan Marcus Rashford akibat cedera makin diperparah oleh kabar dari Benjamin Sesko, yang terancam menepi hingga empat bulan akibat masalah kebugaran yang menimpa lini depan mereka.

Tanoa striker murni membuat Carrick terpaksa memutar otak dan menaruh Bryan Mbeumo sebagai ujung tombak darurat. Sebuah eksperimen yang tidak berdampak apa-apa.

Kondisi ini bahkan memicu frustrasi di dalam ruang ganti. Kapten tim, Bruno Fernandes, kabarnya mulai mempertanyakan taktik sang manajer. Bruno menyindir gaya main timnya yang dinilai terlalu penakut, pasif saat menekan, dan seolah bingung harus berbuat apa di lapangan.

Janji Manis Carrick di Bawah Bayang-Bayang Ineos

Setelah laga, Carrick tampil di konperensi pers dengan kalimat lama yang sudah sangat dihafal publik: meminta maaf kepada para suporter.

Halaman Selanjutnya
img_title