Eross So7 Beri Sentuhan Saloka Mencari Musik
Viva Semarang – Di balik gemerlap wahana Saloka Theme Park, kini tumbuh ruang baru bagi mimpi ruang bagi nada, lirik, dan kisah-kisah yang selama ini hanya tersimpan di kamar tidur para musisi, di sudut-sudut studio rumahan, hingga di ponsel sederhana. Ruang itu bernama Saloka Mencari Musik 2026.
Menggandeng Eross Candra, gitaris band legendaris Sheila on 7, Saloka tidak sekadar menggelar kompetisi. Mereka membuka panggung bagi karya. Bagi cerita. Bagi mereka yang selama ini menulis lagu tanpa tahu ke mana harus membawa mimpinya.
Ajang ini menjadi bagian dari rangkaian Saloka Fest 2026 sekaligus perayaan HUT Saloka ke-7. Lebih dari sekadar hiburan, Saloka ingin memberi tempat bagi kreativitas khususnya di bidang musik yang lahir dari berbagai latar belakang, usia, dan daerah di seluruh Indonesia.
“Saloka bukan hanya destinasi wisata. Kami ingin menjadi rumah bagi karya,” ujar Direktur Saloka Theme Park, Danny Agung.
Lagu sebagai Cerita, Musik sebagai Ruang Ekspresi Dengan tema “Keceriaan Rekreasi Keluarga”, Saloka Mencari Musik mengajak peserta menuangkan imajinasi, kenangan, hingga pengalaman personal mereka ke dalam lagu. Tidak ada batasan bahasa, genre, atau gaya.
“Yang dicari itu lagunya. Mau pakai Bahasa Jawa, Indonesia, Inggris, bahkan instrumental pun boleh. Yang penting lagunya bagus,” kata Eross Candra.
Bagi Eross, setiap lagu adalah terjemahan perasaan. Tidak ada formula mutlak, tidak ada genre yang lebih unggul. Yang terpenting adalah rasa 'hook, yang kuat, refrain yang melekat, dan cerita yang bisa dirasakan banyak orang.
“Kalau lagunya punya hook yang bagus, orang akan ingat. Mau enerjik atau santai, semuanya punya tempat,” ungkapnya.
Keterlibatan Eross bukan hanya sebagai penilai. Ia menjadi kurator, music director, sekaligus pengarah aransemen bagi karya-karya terbaik.
Seluruh lagu yang masuk akan dikurasi langsung olehnya. Dari ratusan bahkan ribuan karya, Eross akan memilih tiga lagu terbaik yang bukan hanya enak didengar, tetapi juga punya karakter dan kekuatan cerita.
“ Bahannya sudah bagus, tapi produksinya juga harus enak. Itu tugas saya,” tuturnya.