Dua Korban Banjir Lahar Dingin Merapi Belum Ditemukan, Operasi SAR Dihentikan

Tim SAR hentikan pencarian korban banjir lahar dingin Gunung Merapi.
Sumber :
  • Basarnas Semarang

Viva Semarang – Hingga hari ketujuh Operasi SAR, dua korban banjir lahar dingin Gunung Merapi belum ditemukan. Basarnas Semarang memutuskan untuk menghentikan pencarian sesuai dengan SOP tujuh hari pencarian.

Pendaki Jatuh ke Kawah Gunung Slamet, Tim SAR Terjunkan Personel Khusus Anti Gas Beracun

Kedua penambang hilang diterjang banjir lahar dingin di Sungai Senowo, Muntilan, Kabupaten Magelang, pada Selasa (3/3) lalu. Tim SAR gabungan langsung melakukan upaya penyisiran begitu mendapat laporan. Tapi selama tujuh hari masih belum membuahkan hasil.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang, Budiono, menyatakan bahwa pihaknya telah memaksimalkan seluruh sumber daya melalui Unit Siaga SAR Borobudur. Kendala utama di lapangan adalah luasnya area terdampak serta tebalnya material pasir yang menutup bantaran sungai.

Aksi Heroik di Tebing Djaro Kendal, Tim SAR Bentangkan Merah Putih Besar

"Kami telah mengerahkan empat unit alat berat ekskavator untuk membuka tumpukan pasir di titik yang diduga menjadi lokasi korban. Namun, hingga hari ketujuh, keberadaan korban belum juga terdeteksi," ujar Budiono dalam keterangannya, Senin (9/3).

Teknis pencarian selama sepekan terakhir difokuskan pada penggunaan alat berat di sekitar Lokasi Kejadian Kecelakaan hingga DAM 1 sejauh 600 meter. Tim juga menyisir area penemuan korban sebelumnya atas nama Heru sejauh 300 meter, serta melakukan penyisiran manual dari DAM 3 ke arah hilir sepanjang 1 kilometer.

Merapi Masih Batuk-batuk, Jangan Lengah

Setelah melakukan koordinasi dengan unsur terkait dan pihak keluarga korban, operasi SAR diputuskan untuk ditutup.

"Status dua korban atas nama Maryuni dan Hasyim kami nyatakan belum ditemukan. Jika di kemudian hari ada warga yang melihat atau menemukan tanda-tanda keberadaan korban, silakan lapor ke Unit Siaga SAR Borobudur. Kami siap melakukan evakuasi kembali," imbuh Budiono.

Peristiwa memilukan ini bermula pada Selasa (3/3/2026) siang, saat hujan deras di puncak Gunung Merapi memicu banjir lahar dingin di aliran Sungai Senowo. Arus material tersebut menghanyutkan tiga truk penambang, serta menjebak tiga alat berat dan 12 truk lainnya.

Lima penambang dilaporkan terseret arus dalam kejadian tersebut. Tiga korban telah ditemukan, yakni Iman Setiawan (21) yang ditemukan pada malam kejadian, serta Heru dan Fuad yang ditemukan pada pencarian hari kedua. (TJ)