Hujan Deras Picu 11 Titik Longsor di Banyubiru, Akses Jalan Sempat Tertutup
- Dok ist
Viva Semarang – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Semarang dalam beberapa hari terakhir memicu terjadinya bencana tanah longsor di Kecamatan Banyubiru. Material tanah dari tebing setinggi puluhan meter sempat menutup akses jalan desa, sehingga aktivitas warga ikut terganggu.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan Tribiantoro, memastikan tidak ada korban dalam kejadian ini. Namun, setidaknya empat rumah warga terdampak, sementara sejumlah akses jalan tidak dapat dilalui akibat tertutup longsoran. Sejak Senin (4/5/2026), tim gabungan mulai melakukan pembersihan material di sejumlah titik.
“ Ada 11 titik longsor di Kecamatan Banyubiru, khususnya di Desa Sepakung dan Desa Wirogomo yang paling terdampak,” ujarnya saat dihubungi. Senin (4/5/2026).
Ia menjelaskan, beberapa ruas jalan, termasuk akses menuju Dusun Tlumpak, sempat tertutup material dengan ketebalan mencapai satu meter. Penanganan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kondisi di lapangan. Untuk titik dengan material ringan, pembersihan dilakukan bersama warga melalui kerja bakti. Sementara di lokasi dengan timbunan besar, penanganan membutuhkan bantuan alat berat.
Alex juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada, mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu meski telah memasuki masa pancaroba.
“ Kami terus mengimbau warga agar waspada, terutama di wilayah yang memiliki potensi bencana seperti Banyubiru. Meski secara kalender musim hujan sudah lewat, cuaca ekstrem masih bisa terjadi hingga pertengahan Mei,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sepakung, Ahmad Nuri, mengungkapkan bahwa hujan dengan durasi panjang telah terjadi hampir setiap hari selama sepekan terakhir, bahkan berlangsung dari siang hingga dini hari. Kondisi ini membuat wilayahnya semakin rentan terhadap longsor, terutama di Dusun Srandil yang berada di dekat tebing setinggi 20 hingga 30 meter.
Menurutnya, ancaman longsor di wilayah tersebut bukan hal baru. Dalam satu musim, kejadian serupa bahkan bisa terjadi hingga beberapa kali. Pihak desa pun telah berupaya berkoordinasi dengan DPU dan BPBD Kabupaten Semarang untuk penanganan jangka panjang, namun hingga kini belum terealisasi.
“ Tidak ada korban, tapi potensi longsor masih sangat tinggi. Kami sudah berkomunikasi dengan DPU dan BPBD, namun sampai sekarang belum ada realisasi penanganan permanen,” ungkapnya.