Tingkatkan Penerimaan Pajak Bermotor Samsat Kab. Semarang Lakukan 'OTT'

Petugas Samsat Ungaran Beri Kartu Peringatan Tunggak Pajak
Sumber :
  • Dok

Viva Semarang – Berbagai upaya meningkatkan pendapatan pajak dari sektor kendaraan bermotor terus dilakukan Samsat Ungaran, salah satunya dengan menyasar wajib pajak yang menunggak pajak kendaraan bermotor. Kepala UPPD Samsat Ungaran, Dwi Aseanto mengatakan, pihaknya terus melakukan inovasi guna peningkatan pendapatan pajak dari sektor pajak kendaraan bermotor (PKB), salah satunya dengan melakukan 'OTT' bagi warga yang masih menunggak pajak kendaraan.

Sidak Pajak Mendadak di Kompleks Bupati Semarang Petugas Temukan Plat Merah Tunggak Pajak

" Jadi di kami di Samsat Ungaran terus melakukan sosialisasi dan inovasi untuk peningkatan penerimaan pajak kendaraan. Mulai dari sosialisasi ke kecamatan-kecamatan maupun di beberapa media radio. Kami juga dari provinsi Jawa Tengah ada program 'Gadis Pantura' Gerakan Disiplin Pajak Untuk Rakyat. Inovasi ini kami gabungkan dengan 'OTT' atau operasi tempel - tempel dengan pengecekan langsung kendaraan on the spot," terang Dwi saat dijumpai di kantor Samsat Ungaran. Selasa(5/5/2026).

Dikatakan lebih lanjut oleh Dwi, inovasi 'OTT' ini ditujukan bagi warga yang terlambat membayar pajak kendaraan. Petugas yang melakukan 'OTT' akan melakukan pengecekan identitas kendaraan secara acak yang terparkir di berbagai lokasi. Jika ditemukan kendaraan yang menunggak pajak, maka petugas akan memberikan stiker/flyer peringatan.

Polisi Bongkar Peredaran Tembakau Sintetis di Bawen

" Kertas peringatan akan ditempelkan di kendaraan yang tujuannya mengingatkan pemilik kendaraan. OTT ini sudah kami lakukan sejak bulan Februari dan dampaknya cukup bagus. Karena memang ada masyarakat yang lupa akan jatuh tempo pajak kendaraanya," imbuhnya.

Dwi mengungkapkan bahwa dampak dari inovasi ini cukup baik karena sejulah warga langsung melakukan pembayaran pajak. 

Touring ke Semarang Lantai Dua, Patungan 60 Ribu Rupiah Bisa Muteri Empat Gunung

" Saya kira pengaruhnya ada ya bagi masyarakat. Buktinya sejumlah warga langsung membayar pajak setelah kami ingatkan. Rata - rata mereka lupa akan jatuh tempo pajak kendaraannya," ungkapnya.

 

Selain itu, Dwi juga mengatakan masyarakat dapat memanfaatkan pembayaran pajak melalui sistem online. Selain mempermudah pembayaran, dengan pembayaran online, masyarakat dapat membayar pajak kendaraan dari mana saja. 

" Melalui aplikasi Sakpole ini, masyakat dapat bisa membayarkan pajaknya dari mana saja di seluruh Indonesia. Jadi Walaupun sedang dia di luar Jawa Tengah bisa membayar pajak. Sehingga sangat membantu bagi masyarakat yang mempunyai kendaraan tapi tidak berada di wilayah Jawa Tengah," pungkasnya.