Sehari Jelang Idul Adha Harga Hewan Kurban Melonjak
- Abc
Viva Semarang –
Satu hari jelang Hari Raya Iduladha 2026, geliat perdagangan hewan kurban di Pasar Pon Ambarawa mulai terasa. Deretan sapi dan kambing memenuhi area pasar, sementara para pedagang sibuk melayani pembeli yang datang silih berganti.
Ditengah hiruk pikuk keramian perdagangan sapi dan kambing jelang Idul Adha, tahun ini masyarakat harus merogoh kocek lebih dalam karena harga hewan kurban mengalami kenaikan cukup signifikan. Kenaikan harga terjadi baik pada sapi maupun kambing.
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha menyebut lonjakan harga tahun ini berada di kisaran 10 hingga 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jika tahun lalu kambing kurban masih dijual sekitar Rp1,7 juta per ekor, kini harganya menembus Rp2,6 juta hingga Rp2,7 juta. Sementara sapi ukuran standar rata-rata dijual sekitar Rp25 juta per ekor.
" Ada kenaikan harga antara 10 sampai 30 persen," sebut Ngesti, usai meninjau Pasar Pon jelang Iduladha, Selasa (26/5/2026).
Meski harga naik, aktivitas jual beli di Pasar Pon disebut tetap menggeliat. Banyak pedagang bahkan sudah berhasil menjual sebagian besar hewan dagangannya hanya dalam beberapa kali pasaran.
" Tadi rata-rata pedagang yang saya tanya sudah banyak yang laku. Ada yang habis, ada yang terjual tiga sampai empat ekor," sebut Ngesti.
Kepala UPTD Pasar Pon, Muhammad Hidayat mengatakan, harga sapi kurban standar saat ini berada di kisaran Rp24 juta hingga Rp25 juta per ekor. Sedangkan untuk sistem timbang hidup, harga sapi mencapai Rp55 ribu sampai Rp57 ribu per kilogram.
Menurutnya, kondisi pasar hewan menjelang Iduladha masih tergolong stabil. Dalam sebulan terakhir, jumlah sapi yang masuk ke Pasar Pon berkisar antara 300 hingga 400 ekor setiap pasaran. Dari jumlah tersebut, lebih dari separuh berhasil terjual.
"Yang terjual rata-rata separuh lebih. Artinya, kondisi pasar masih bagus," ujarnya.
Hidayat menambahkan, Pasar Pon hingga kini masih menjadi tujuan utama masyarakat untuk mencari hewan kurban. Mayoritas hewan yang diperdagangkan berasal dari Kabupaten Semarang, meski ada juga pasokan dari Boyolali, Magelang, Yogyakarta hingga Gunungpati.
Di tengah meningkatnya lalu lintas perdagangan ternak, pengawasan kesehatan hewan pun diperketat. Pemeriksaan dilakukan secara rutin untuk memastikan hewan yang masuk bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK), tidak hanya menjelang Iduladha tetapi juga di setiap momentum pasaran.