Drone Permudah Petani Lakukan Perawatan Lahan Pertanian, Tak Perlu Lagi Keliling Lahan Dengan Penyemprot

Penggunaan Drone Membantu Petani Merawat Lahan Pertanian Di Suruh, Kab. Semarang
Sumber :
  • Istimewa

Viva Semarang – Dampak dari kemajuan teknologi saat ini sangat dirasakan oleh masyarakat tak terkecuali para petani. Kehadiran teknologi drone, dirasa cukup membantu kinerja para petani dalam mengolah lahan pertanian. Jika dulu petani harus berjalan menyusuri pematang sambil memanggul alat semprot, kini sebagian pekerjaan itu dapat dilakukan dari udara dengan bantuan teknologi modern.

Sunaryo Kini Mudah Bertanam Setelah Dapat Bantuan Traktor

Pemanfaatan drone pertanian mulai diterapkan oleh petani milenial di Desa Gunung Tumpeng, Suruh, Kabupaten Semarang. Teknologi ini digunakan untuk melakukan penyemprotan insektisida pada lahan sawah seluas sekitar 100 hektare sebagai upaya menjaga tanaman padi tetap produktif dan terlindungi dari serangan hama.

Langkah tersebut menjadi salah satu gambaran bagaimana sektor pertanian di pedesaan mulai bertransformasi. Kehadiran teknologi tidak hanya membantu pekerjaan petani menjadi lebih ringan, tetapi juga mendukung upaya peningkatan hasil produksi pangan.

Heritage of Light Gedongsongo Fest, Pesta Lampion Dibanjiri Ribuan Wisatawan

Camat Suruh, Vega Lazuardi, mengatakan penggunaan drone merupakan bagian dari strategi mendukung program swasembada pangan. Menurutnya, keberhasilan pertanian tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan benih unggul dan sistem irigasi yang baik, tetapi juga pengendalian hama yang efektif.

Drone bantuan dari Kementerian Pertanian yang saat ini ditempatkan di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Suruh menjadi salah satu solusi yang dapat dimanfaatkan petani di wilayah tersebut. Meskipun baru tersedia satu unit untuk satu kecamatan, penggunaannya dapat diakses oleh seluruh petani di Suruh.

Festival Bunga Bandungan 2026 Kembali Digelar, Disemarakkan Kirab 25 Mobil Hias

"Untuk hama wereng alhamdulillah masih terkendali. Total sekitar 100 hektare lahan yang dilakukan penyemprotan menggunakan drone sebagai langkah antisipasi. Pengoperasian drone dilakukan oleh petani yang telah mendapatkan pelatihan khusus sebagai pilot," jelasnya, Rabu (10/6/2026).

Teknologi ini memberikan efisiensi yang cukup signifikan. Dalam sekali penerbangan, drone dapat beroperasi selama 15 hingga 30 menit, tergantung kondisi angin di lapangan. Dengan kemampuan tersebut, area penyemprotan hingga sekitar dua hektare dapat dijangkau hanya dalam satu kali terbang.

Bagi petani, kehadiran drone menjadi jawaban atas berbagai kendala yang selama ini dihadapi, terutama pada lahan yang luas maupun lokasi yang sulit dijangkau. Pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan banyak tenaga dan waktu kini dapat dilakukan lebih cepat dan praktis.

Halaman Selanjutnya
img_title