Ribuan Warga Desa Gombong Pemalang Krisis Air Bersih, Polres Lakukan Ini
- Dok
Viva Semarang – Ribuan warga di Desa Gombong, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang dilanda krisis air bersih di musim kemarau. Paling tidak ada 1.600 kepala keluarga (KK) kini kesulitan mendapatkan air bersih. Itu terjadi setelah jaringan distribusi air dari Desa Serang, Kabupaten Purbalingga, terputus akibat bencana banjir dan longsor pada 2025 lalu.
Cadangan air hujan di bak maupun kolam penampungan milik warga juga terus menipis sejak awal musim kemarau hingga mendekati puncaknya bulan-bulan ini.
"Seluruh desa kekurangan air. Dulu ada akses air dari Serang, tetapi setelah bencana sumber mata air menuju Gombong tertutup sehingga sekarang satu desa tidak memiliki akses air," kata Kepala Desa Gombong, Hadiyatun, Kamis (18/6/26).
Ia mengungkapkan, selama bertahun-tahun ini separuh warga memperoleh pasokan air melalui jaringan perpipaan dari Desa Serang yang dikelola masyarakat melalui Tirta Mandiri.
Kerja sama penyediaan air tersebut merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Pemalang dan Pemerintah Kabupaten Purbalingga sejak 2013.
Namun, bencana banjir dan longsor yang terjadi di kawasan lereng Gunung Slamet pada 2025 menyebabkan jalur distribusi air rusak dan tertutup material longsor. Hingga kini jaringan tersebut belum kembali beroperasi.
"Separuh desa dulu bisa menikmati air dari Serang dan sangat membantu masyarakat. Sekarang semuanya ikut kesulitan," ujarnya.
Warga Desa Gombong tidak dapat mengandalkan sumur sebagai sumber air alternatif. Kondisi geologis wilayah setempat membuat berbagai upaya pengeboran dan pembuatan sumur sulit dilakukan.
Maka warga hanya mengandalkan air hujan yang ditampung saat musim hujan. Ketika kemarau datang, persediaan air cepat habis.
Warga terpaksa membeli air dari tangki keliling dengan harga sekitar Rp150 ribu per tangki. Sebagian warga bahkan harus mengeluarkan sedikitnya Rp20 ribu setiap hari untuk membeli air.
"Kalau irit bisa satu minggu, kalau tidak ya kurang dari itu. Kalau tidak ada bantuan ya beli. Kalau tidak punya uang ya numpang ke tetangga yang masih punya air," kata Daryati, warga Desa Gombong.
Ia berharap bantuan air bersih terus diberikan hingga jaringan air dari Serang kembali berfungsi.