Dinas Pertanian Gandeng Sekolah Cetak Generasi Petani Muda, Jawab Krisis SDM Pertanian di Kabupaten Semarang
- Abc
Viva Semarang – Ancaman krisis sumber daya manusia (SDM) di sektor pertanian mulai menjadi perhatian serius di Kabupaten Semarang. Dominasi petani berusia lanjut dan terus berkurangnya jumlah rumah tangga usaha pertanian menjadi alarm bagi keberlangsungan ketahanan pangan di masa depan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang menggandeng Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang akan membuka jalan masuknya pendidikan pertanian ke lingkungan sekolah.
Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang, Moh Edy Sukarno, mengungkapkan kondisi regenerasi petani saat ini cukup memprihatinkan. Berdasarkan data yang dimiliki pemerintah, mayoritas petani berada pada usia yang tidak lagi produktif untuk jangka panjang.
" Berdasarkan data, hari ini Kabupaten Semarang, bahkan mungkin se-Indonesia, kita mengalami ancaman krisis SDM petani. Petani kita di usianya di atas 40 tahun itu sudah 77,6 persen. Sedangkan petani milenial kita hanya 11,8 persen," ujarnya saat dijumpai dalam MoU penyuluh masuk sekolah antara Dispertanikan dengan Disdikbudpora.
Tak hanya itu, jumlah Rumah Tangga Usaha Pertanian (RUTP) di Kabupaten Semarang juga terus mengalami penurunan. Dalam satu dekade terakhir, jumlahnya menyusut lebih dari 10 persen.
" RUTP kita dalam 10 tahun atau satu dekade itu berkurangnya 10,27 persen. Artinya tiap tahun petani kita berkurang lebih dari 1 persen di tengah penduduk kita yang terus bertambah. Kalau kita tidak berupaya keras menggandeng generasi penerus pertanian, maka ke depan ini akan jadi bahaya buat ketahanan pangan dan pertanian kita di Kabupaten Semarang," jelas Edy.
Melihat kondisi tersebut, Dispertanikap memilih langkah strategis dengan menyasar dunia pendidikan. Penyuluh pertanian lapangan (PPL) nantinya akan terlibat langsung memberikan edukasi pertanian kepada pelajar sejak usia dini.
" Makanya kami menggandeng Dinas Pendidikan untuk nanti bisa berkolaborasi. Penyuluh kami masuk di sekolah-sekolah, baik itu SD ataupun SMP yang ada di Kabupaten Semarang. Dan hari ini kita menandatangani MoU sebagai bagian dari legal formal, sebagai payung untuk kami nanti tindak lanjuti ke sekolah di wilayah masing-masing," katanya.