Nekat Melompat Di Pintu Air, Remaja Di Kab. Semarang Tewas
- Dok Polres Semarang
Viva Semarang – Suasana libur sekolah yang seharusnya dipenuhi canda tawa berubah menjadi duka mendalam bagi sebuah keluarga di Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang. Seorang pelajar berusia 14 tahun kehilangan nyawanya setelah nekat melompat ke aliran pintu air di Kecamatan Tengaran, meski telah diperingatkan teman-temannya agar tidak melakukannya.
Korban berinisial MRM (14 tahun), warga Desa Ujung-Ujung, Kecamatan Pabelan, meninggal dunia akibat tenggelam di kawasan Pintu Air Dusun Manggisan, Desa Tegalwaton, Kecamatan Tengaran, pada Sabtu (27/6/2026) akhir pekan lalu.
Kapolsek Tengaran Iptu Budi Prihanto mengatakan, peristiwa itu bermula ketika korban bersama enam orang rekannya berangkat menuju lokasi sekitar pukul 13.00 WIB untuk berenang. Sesampainya di lokasi, mereka bermain di sekitar pintu air. Di tengah aktivitas tersebut, korban memutuskan melompat dari jembatan yang berada di samping pintu air.
" Padahal, teman-temannya telah mengingatkan agar tidak melompat karena mengetahui arus air di lokasi cukup deras.
Korban sempat muncul ke permukaan dan berusaha meraih tangan dua rekannya yang berada di sekitar lokasi. Namun upaya tersebut tidak berhasil sehingga korban kembali tenggelam," ujar Iptu Budi.
Melihat korban tidak lagi muncul ke permukaan, salah seorang temannya berlari meminta pertolongan kepada pemancing yang berada tak jauh dari lokasi. Bersama warga sekitar, mereka berupaya mencari dan mengevakuasi korban. Setelah berhasil diangkat ke tepi, korban sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri.
" Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Bhabinkamtibmas setempat. Tak lama berselang, personel Polsek Tengaran bersama Unit Inafis Polres Semarang datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara," imbuh Kapolsek.
Korban selanjutnya dibawa ke Puskesmas Tengaran guna menjalani pemeriksaan medis. Hasil pemeriksaan tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diduga meninggal dunia akibat tenggelam.
" Berdasarkan hasil pemeriksaan dan keterangan sejumlah saksi, korban diketahui tidak memiliki kemampuan berenang. Sementara lokasi pintu air memiliki kedalaman sekitar dua meter dengan arus yang cukup deras. Meski sempat dicegah oleh rekan-rekannya, korban tetap nekat melompat ke dalam air," terang Kapolsek.