Muslimat NU Kab Semarang Siapkan Ribuan Perempuan Lebih Mandiri Lewat Pelatihan Keterampilan dan Penguatan Koperas
- Dok ist
Viva Semarang -Pemberdayaan perempuan menjadi salah satu fokus utama kepengurusan baru Muslimat NU Kabupaten Semarang. Organisasi perempuan terbesar di bawah Nahdlatul Ulama itu terus memperluas berbagai program pelatihan keterampilan, mulai dari menjahit, tata rias, hingga pengembangan usaha rumahan, sebagai upaya meningkatkan kemandirian ekonomi kaum ibu sekaligus memperkuat ketahanan keluarga.
Nur Arifah yang kembali terpilih sebagai Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Semarang Masa Khidmad 2026–2031, mengatakan program pemberdayaan perempuan akan menjadi salah satu prioritas yang dibahas dalam Rapat Kerja (Raker) usai Konferensi Cabang (Konfercab) yang digelar pada Minggu (28/6/2026).
Menurutnya, Muslimat NU memiliki delapan bidang yang saling bersinergi, meliputi organisasi, pendidikan, kesehatan, sosial dan lingkungan hidup, dakwah, hukum dan advokasi, serta ekonomi dan koperasi. Seluruh bidang tersebut berkolaborasi untuk mewujudkan program yang berdampak langsung bagi perempuan.
"Program pemberdayaan perempuan tidak bisa dijalankan sendiri. Kami bekerja sama dengan berbagai pihak agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat," ujarnya, saat dijumpai pada Selasa(30/6/2026).
Selama ini Muslimat NU Kabupaten Semarang menggandeng berbagai lembaga, mulai dari Baznas tingkat kabupaten, provinsi hingga pusat untuk menyelenggarakan pelatihan keterampilan.
Salah satu program yang rutin digelar ialah pelatihan menjahit, yang tidak hanya membekali peserta dengan kemampuan teknis, tetapi juga membuka peluang kerja melalui kerja sama dengan sejumlah perusahaan.
Selain itu, Muslimat NU juga mengembangkan pelatihan ekonomi kreatif dan ekonomi rumah tangga. Peserta mendapatkan bekal keterampilan membuat aneka kue, tata rias (make-up), hingga berbagai keterampilan lain yang dapat menjadi sumber penghasilan tambahan.
"Ada yang setelah mengikuti pelatihan menjahit kemudian membuka usaha sendiri sebagai penjahit. Ada juga pelatihan membuat kue, pelatihan make-up dan keterampilan lainnya yang nantinya bisa menjadi sumber penghasilan bagi mereka," kata Nur Arifah.
Ia menilai peningkatan keterampilan perempuan menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat ekonomi keluarga. Perempuan yang memiliki keahlian dan penghasilan diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Di sektor ekonomi, Muslimat NU Kabupaten Semarang juga terus memperkuat peran koperasi. Tidak hanya melayani simpan pinjam, koperasi kini mengembangkan usaha perdagangan dan penyediaan kebutuhan masyarakat, termasuk menjalin kerja sama dalam pemenuhan kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
" Koperasi kami sekarang semakin berkembang. Tidak hanya simpan pinjam, tetapi juga jual beli dan bekerja sama dengan program MBG untuk memenuhi berbagai kebutuhan yang bisa disediakan koperasi," ujarnya.
Ke depan, melalui Raker, Muslimat NU Kabupaten Semarang akan memperluas jejaring kemitraan dengan berbagai instansi untuk menghadirkan lebih banyak program pemberdayaan perempuan. Pada saat yang sama, organisasi ini juga terus memperkuat kelembagaan.
Selama periode 2021–2026, Muslimat NU Kabupaten Semarang berhasil memiliki gedung aula dan perkantoran sendiri serta mengelola aset organisasi senilai sekitar Rp2,7 miliar yang berasal dari iuran anggota, donasi, dan dukungan hibah Pemerintah Kabupaten Semarang.
Sementara itu Ketua Panitia Konfercab Muslimat NU periode 2026 - 2031, Siti Nurhayati, mengatakan dalam Konferensi Cabang (Konfercab) Muslimat NU Kabupaten Semarang yang diselenggarakan pada Minggu (28/6/2026) berjalan dengan lancar. Forum lima tahunan itu dihadiri 19 pengurus anak cabang (PAC) dan 230 ketua ranting se-Kabupaten Semarang, serta menerima laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode 2021–2026 tanpa syarat.
" Dalam forum tersebut, peserta secara mufakat kembali mempercayakan Hj. Nur Arifah memimpin Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Semarang untuk periode 2026–2031," ungkapnya.
Terpilihnya kembali Nur Arifah diharapkan semakin memperkuat peran Muslimat NU Kabupaten Semarang dalam berbagai program pemberdayaan perempuan, mulai dari dakwah, pendidikan, sosial, kesehatan, hingga penguatan ekonomi keluarga.