Warga Panik Saat Pom Mini di Ungaran Timur Terbakar, Pemilik Jadi Korban

Kebakaran Pom Mini Di Ungaran Timur Satu Orang Luka - Luka
Sumber :
  • Dok Damkar Kab. Smg

Viva Semarang – Kebakaran terjadi di sebuah usaha pom mini di Dusun Jetis RT 04 RW 06, Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 16.20 WIB. Peristiwa diduga dipicu percikan api dari mesin pompa Pertamini saat dilakukan pengisian bahan bakar.

Ditinggal ke Pasar, Rumah Warga Hangus Terbakar


Akibat kejadian tersebut, pemilik usaha mengalami luka bakar pada bagian tangan dan kaki. Korban segera dilarikan ke RSUD untuk mendapatkan perawatan medis. Selain itu, dua unit sepeda motor yang berada di sekitar lokasi ikut terbakar.

Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang, Anang Sukoco, menjelaskan, laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 16.21 WIB. Tim Damkar Pos Ungaran langsung diberangkatkan dua menit kemudian dan tiba di lokasi pada pukul 16.30 WIB.

" Petugas segera melakukan pemadaman di area yang terbakar. Api berhasil dipadamkan dalam waktu kurang lebih 10 menit, kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan agar api tidak kembali menyala," ujar Anang Sukoco.

Ia menerangkan, berdasarkan hasil pendataan sementara, kebakaran bermula saat korban baru saja mengisi bahan bakar dari jeriken ke dalam tangki mesin Pertamini. Saat proses pengisian berlangsung, muncul percikan api dari mesin pompa yang kemudian menyambar bahan bakar hingga memicu kobaran api.
" Api dengan cepat membakar mesin Pertamini dan merembet ke bagian teras rumah milik korban serta sebagian teras rumah tetangga. Istri korban yang melihat kejadian tersebut langsung berteriak meminta pertolongan sehingga warga segera menghubungi petugas pemadam kebakaran," imbuhnya.

Dalam penanganan kejadian ini, Damkar Pos Ungaran mendapat dukungan dari Damkar Pos Bergas, BPBD Kabupaten Semarang dengan satu unit mobil tangki air dan satu unit kendaraan rescue, serta personel Polres Semarang.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian materi diperkirakan mencapai jutaan rupiah.

Anang Sukoco mengimbau masyarakat, khususnya pemilik usaha penjualan BBM eceran, agar selalu memastikan kondisi mesin pompa dan instalasi dalam keadaan aman sebelum melakukan pengisian bahan bakar.

" Pengisian BBM harus dilakukan dengan hati-hati. Serta selalu sedia APAR untuk mengantisipasi jika terjadi hal - hal yang tidak diinginkan, apalagi jika memiliki usaha barang mudah terbakar," pungkasnya.

Halaman Selanjutnya
img_title