Empat Remaja Jadi Korban Tawuran, Satu Meninggal Dunia Diduga Diserang Air Keras

Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi Tunjukkan Barang Bukti Tawuran Di Salatiga
Sumber :
  • Abc

Sementara itu ditambahkan oleh Kasat Reskrim Polres Salatiga AKP Radytya Triatmaji Pramana, kasus tawiran ini menjadi tidak seimbang saat salah satu kelompok membawa senjata tajam sedangkan kelompok lainnya membawa alat berupa gesper.

Kehabisan Bensin, Motor Pemudik Diangkut Polisi Dibawa Ke SPBU

" Awalnya tawuran disepakati tidak pakai alat, namun berkembang mengarah ke gesper. Namun saat hari yang dijanjikan satu kelompok mengumumkan memakai senjata apapun. Sehingga setelah keduanya bertemu, yang terjadi adalah penyerangan, karena kelompok yang lain memilih melarikan diri karena kalah senjata," tambah Kasatreskrim.

Polres Salatiga hingga saat ini masih terus melakukan pengembangan pemeriksaan. Dan berkoordinasi fengan berbagai pihak, karena beberapa pelaku merupakan anak dibawah umur.

H-2 Lebaran, Pasar Raya Salatiga Diserbu Warga, Polisi Berlakukan Buka Tutup Jalan Jend Sudirman