Banjir Rob Setinggi Satu Meter Lumpuhkan Desa di Pati Jawa Tengah
- tvOnenews
Viva Semarang – Banjir rob akibat pasang air laut kembali merendam pemukiman warga di Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Banjir air laut ini dilaporkan sebagai yang terparah dalam beberapa bulan belakangan, dengan ketinggian genangan mencapai satu meter di titik-titik terdalam.
Belum diperbaikinya tanggul jebol beberapa waktu lalu diduga memperparah keadaan. Air laut dengan mudah mengalir deras menggenangi pemukiman, memutus akses jalan desa, serta merendam puluhan hektar lahan budidaya tambak milik masyarakat sekitar.
Ketinggian air yang bervariasi antara 30 sentimeter hingga satu meter membuat aktivitas perekonomian dan mobilitas warga lumpuh.
Kepala Desa Tunggulsari, Setyo Wahyudi, mengatakan, sedikitnya ada 55 kepala keluarga atau sekitar 135 jiwa terdampak langsung oleh banjir. Selain itu, sektor perikanan warga terpukul hebat akibat terendamnya 85 hektar lahan tambak produktif.
Setyo Wahyudi mengungkapkan, genangan air mulai naik sejak tiga hari ini. Selain menggenangi wilayah RT 5 yang menjadi titik terparah, luapan air laut kini juga sudah mulai memasuki wilayah RT 3. Untuk mengantisipasi dampak yang lebih buruk, jajaran perangkat desa terus disiagakan di lapangan.
"Kami masih melakukan pendataan ke lokasi yang lain. Saat ini, Balai Desa Polindes telah kami siapkan sepenuhnya untuk posko pengungsi. Jika air kembali meninggi, warga yang terdampak kami imbau untuk segera mengungsi dan kami bersiap melakukan evakuasi," ujar Setyo Wahyudi, Kamis (16/7/2026), dikutip dari tvOnenews.
Untuk menembus genangan air, sebagian warga terpaksa menggunakan perahu karet, sementara sebagian lainnya memilih nekat menerobos arus banjir demi menyelamatkan barang berharga.
Pemerintah desa dibantu petugas terkait juga terus melakukan patroli keliling, memberikan prioritas pengamanan bagi kelompok rentan seperti warga lanjut usia dan anak-anak agar bersedia dievakuasi ke posko darurat.
Kelambatan penanganan infrastruktur penahan ombak ini memicu keluhan dari masyarakat. Warga mendesak pemerintah daerah maupun pusat untuk segera merealisasikan janji perbaikan fasilitas publik tersebut guna mencegah kerusakan yang lebih masif.
"Kami berharap pemerintah segera melakukan perbaikan tanggul yang jebol. Karena bulan lalu kan sudah ditinjau Gubernur dan saat itu pak Luthfi juga sudah ngomong kalau mau dibangun tanggul yang jebol itu. Kami sangat khawatir jika banjir rob ini akan terus berulang dan menyebabkan kerusakan yang jauh lebih parah terhadap permukiman dan lahan tambak," kata Supono, warga setempat. (TJ)