Senyum Bahagia Puluhan Anak Kurang Mampu Dapat Bantuan Dua Juta Rupiah
- Abc
Viva Semarang – Senyum bahagia tampak dari wajah puluhan anak di Kabupaten Semarang saat menerima bantuan dari Kementerian Sosial melalui Sentra Antasena Magelang. Bantuan tersebut bukan sekadar uang tunai, tetapi menjadi harapan baru agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap dapat belajar dengan layak dan memenuhi kebutuhan dasar mereka.
Selama dua hari, Dinas Sosial Kabupaten Semarang menyalurkan bantuan kepada 26 anak yang berasal dari keluarga miskin. Sebanyak 19 anak menerima bantuan pada hari pertama, sementara tujuh anak lainnya menerima bantuan pada hari kedua.
Bantuan diberikan dalam bentuk cash transfer senilai Rp2 juta yang disalurkan melalui PT Pos. Berbeda dengan bantuan tunai pada umumnya, dana ini wajib dibelanjakan khusus untuk memenuhi kebutuhan anak dan seluruh proses pembelanjaannya didampingi agar tepat sasaran.
Keceriaan Anak - Anak Penerima Manfaat Bansos Perlengkapan Sekolah Dari Kemensos Antasena Magelang
- Abc
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Semarang, Istichomah, mengatakan bantuan tersebut merupakan program Kementerian Sosial yang bertujuan mendukung tumbuh kembang sekaligus keberlangsungan pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu.
" Jadi, penerimanya ini adalah anak-anak dari keluarga desil 1 sampai 4, utamanya desil 1 sampai 2. Yang memang dari keluarga tidak mampu. Tidak harus anak yatim, tapi dari keluarga yang memang membutuhkan dari desil 1 sampai 4 yang belum mendapatkan bantuan apapun dari Kemensos. Misalkan bantuan PKH dan sebagainya belum dapat. Nah, yang seperti itu yang kita berikan," ujarnya saat dijumpai pada Jumat(17/7/2026).
Menurut Istichomah, bantuan tidak boleh digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, melainkan benar-benar difokuskan bagi kepentingan anak. Kebutuhan tersebut disesuaikan dengan kondisi masing-masing penerima, mulai dari perlengkapan sekolah hingga kebutuhan penunjang aktivitas belajar.
Ada anak yang memilih membeli sepeda karena jarak rumah ke sekolah cukup jauh. Ada pula yang menggunakan bantuan untuk membeli kasur karena belum memiliki tempat tidur yang layak. Sebagian dana juga diperbolehkan digunakan untuk kebutuhan mendesak anak, seperti membeli seragam sekolah baru maupun melunasi sebagian tunggakan SPP.
" Jadi memang ini untuk keperluan anak untuk menunjang kegiatan belajar anak. Misalkan kemarin tuh ada yang oh pengin beli sepeda karena ke sekolahnya agak jauh, kelaju, boleh. Kemudian untuk oh ternyata tidak punya kasur begitu, ternyata untuk tidur boleh seperti itu. Tapi untuk kebutuhan mendesak eh yang lainnya untuk keluarga memang tidak boleh. Tapi mendesak untuk keperluan anak seperti tadi nunggak SPP, itu kan keperluan mendesak anak. Kemudian beli seragam bagi anak-anak yang baru masuk sekolah baru, itu juga sebagian saja boleh. Namun buat sembako atau keperluan rumah tangga tidak boleh," terangnya.