Ancaman Kekeringan Melanda, BPBD Kabupaten Semarang Perkuat Mitigasi Lewat Inovasi Teknologi

Kalakhar BPBD Kab Semarang Alexander Gunawan T
Sumber :
  • Abc

Viva Semarang – Dampak kemarau panjang yang melanda sejak awal tahun 2026 semakin dirasakan oleh masyarakat. Sejumlah desa di 19 Kecamatan, saat ini mulai terancam kekeringan akibat semakin berkurangnya debit air yang menjadi kebutuhan masyarakat. Guna memperkuat upaya mitigasi bencana kekeringan menjelang puncak musim kemarau. Pemerintah Kabupaten Semarang melalui BPBD telah melakukan pemetaan dan menyiapkan pembangunan sumur bor serta penyaluran bantuan air bersih.

Gunung Andong Terbakar

Selain itu BPBD Kabupaten Semarang juga mengoptimalkan pemanfaatan teknologi melalui aplikasi SADEWA (Sistem Analisis Data dan Early Warning) untuk memantau potensi kekeringan secara lebih cepat dan akurat.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan T, mengatakan pihaknya telah memetakan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan berdasarkan data historis, kondisi geografis, serta hasil pemantauan lapangan. Dari hasil pemetaan tersebut, terdapat desa-desa di 19 kecamatan yang masuk kategori rawan kekeringan sehingga menjadi prioritas penanganan.

Kebakaran Hutan Terjadi Lagi, Kali ini di Hutan di Cilongok Banyumas

" Dari pengoptimalan pemantauan melalui aplikasi SADEWA, BPBD juga mengusulkan pembangunan sumur bor kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai solusi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Dari 10 titik yang kami usulkan ke BNPB, enam titik dinyatakan layak setelah dilakukan survei geolistrik," ujarnya saat dijumpai pada Kamis(23/7/2026).

Dijelaskan Alex, enam lokasi tersebut berada di Gedungringin, Wiru, Kandangan, Bendungan Pabelan, Lemahireng, dan Bancak. Namun pada tahap pertama, pembangunan baru direalisasikan di Desa Kandangan, Kecamatan Bawen dan Desa Bendungan, Kecamatan Pabelan.

Pemkab Semarang Kembangkan Agroekosistem Berbasis Kawasan untuk Pulihkan Lahan Pertanian

" Untuk tahap pertama ini sudah terealisasi, saat ini sedang pengerjaan ada di Kandangan, Bawen dan Bendungan, Pabelan," jelas Alex.

Ia menjelaskan, setiap sumur bor dirancang mampu melayani sekitar 150 hingga 200 kepala keluarga. Karena itu, BPBD mengutamakan lokasi yang memiliki jumlah penduduk terdampak cukup besar dan selama ini mengalami kesulitan memperoleh air bersih saat musim kemarau.

" Target mereka memberikan bantuan itu kan untuk kurang lebih sekitar 150 sampai 200 KK. Satu sumur. Maka kita betul arahkan di tempat-tempat yang memang saat ini sangat rawan," imbuhnya.

Sumur bor tersebut memiliki kedalaman antara 80 hingga 150 meter sesuai rekomendasi hasil kajian teknis agar mampu memperoleh sumber air yang mencukupi.

Halaman Selanjutnya
img_title