Bank Indonesia Jateng Gelar OASE 2026 Untuk Memperkuat Literasi dan Ekosistem Ekonomi Syariah

Bank Indonesia Jawa Tengah menggelar OASE 2026 di Semarang.
Sumber :
  • Dok

Viva Semarang – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah menggelar Olimpiade Aksi dan Syiar Ekonomi Syariah (OASE) 2026. Ajang ini untuk memperkuat literasi serta memperluas ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Jawa Tengah, 

Siap-siap Liburan! Weekend Ini Cuaca Jawa Tengah Cerah

OASE 2026 dilaksanakan pada 28-30 Juli 2026 di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan, Kota Semarang, sebagai rebranding dari Festival Santri Jawa Tengah (FITRAH).

Selain mempertemukan santri, OASE juga diikuti pelajar, mahasiswa, komunitas kreatif, pelaku usaha, dan masyarakat untuk mengakselerasi pengembangan ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.

Akselerasi Pembayaran Digital dan Ekosistem Halal Perkuat Fondasi Ekonomi Jawa Tengah

Pelibatan masyarakat secara umum ini mencerminkan perluasan ruang partisipasi. Juga transformasi pendekatan pengembangan ekonomi syariah yang tidak lagi hanya berfokus pada komunitas pesantren, melainkan melibatkan seluruh elemen masyarakat sebagai bagian dari pengembangan ekonomi syariah di Jawa Tengah.

Opening Ceremony OASE 2026 dilakukan pada tanggal 28 Juli 2026 oleh Kepala Perwakilan BI Provinsi Jateng yang didampingi Pengasuh Ponpes Fadhlul Fadhlan, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.

Kinerja Solid, Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah Menyalip Capaian Nasional

Hadir juga, mitra kerja terkait seperti Komite Ekonomi Daerah Ekonomi Syariah (KDEKS) Provinsi Jawa Tengah dan Himpunan Bisnis dan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren) Jawa Tengah.

Pada kesempatan tersebut, seluruh pihak sepakat menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun ekosistem ekonomi syariah. Pengasuh Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan menyoroti peran pesantren sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan ekonomi umat.

"Penguatan literasi ekonomi syariah merupakan bagian dari upaya mencetak generasi yang religius, produktif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho menyampaikan bahwa OASE menjadi ruang kolaborasi bagi berbagai kalangan untuk memperkuat ekonomi syariah yang inklusif dan berdampak nyata bagi masyarakat.

"OASE membuka ruang yang lebih luas bagi santri, mahasiswa, pelajar, komunitas kreatif, serta masyarakat umum untuk bersama-sama menjadi bagian dari pengembangan ekonomi syariah," jelasnya.

Ia menambahkan, melalui berbagai kegiatan edukasi, pemberdayaan UMKM halal, pengembangan industri halal, ekonomi pesantren, digitalisasi sistem pembayaran, hingga literasi keuangan syariah, Bank Indonesia berharap masyarakat dapat semakin mengenal dan merasakan manfaat nyata ekonomi syariah dalam kehidupan sehari-hari.

Halaman Selanjutnya
img_title