Gunung Merapi Luncurkan Enam Kali Guguran Lava Sejauh 2 Kilometer
- Info Merapi
Viva Semarang – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan Gunung Merapi mencatatkan 6 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter (2 kilometer) ke arah Kali Krasak pada Selasa pagi, 4 Agustus 2026.
Laporan ini tercatat dalam pengamatan periode pukul 00.00 hingga 06.00 WIB.
Saat ini, tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III (Siaga).
Aktivitas Kegempaan dan Visual
Berdasarkan pengamatan visual di lapangan, tubuh gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut.
Asap dari kawah puncak tidak teramati sepanjang periode pengamatan.
Kondisi cuaca di sekitar area puncak terpantau cerah hingga mendung dengan angin tenang yang bertiup ke arah barat.
Suhu udara berkisar antara 17,3°C hingga 18,6°C dengan kelembaban tinggi mencapai 97–98,8%, serta tekanan udara pada rentang 873,9–917,8 mmHg.
Selain guguran lava, instrumen pemantauan seismik merekam aktivitas kegempaan yang terbilang intensif:
24 kali gempa Guguran (amplitudo 2–25 mm, durasi 40,97–203,5 detik)
12 kali gempa Hybrid/Fase Banyak (amplitudo 2–37 mm, durasi 13,89–48,57 detik)
3 kali gempa Vulkanik Dangkal (amplitudo 3–9 mm, durasi 16,64–23.85 detik)
Kemunculan gempa fase banyak dan vulkanik dangkal mengindikasikan bahwasanya suplai magma dari dalam perut gunung masih berlangsung aktif, yang berpotensi memicu awan panas guguran (APG) sewaktu-waktu.
Peta Potensi Bahaya & Rincian Wilayah Aliran
Pemerintah melalui otoritas kebencanaan mengimbau warga di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah (Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten) untuk mematuhi arahan keselamatan berikut:
1. Kosongkan Zona Bahaya: Masyarakat dilarang keras melakukan aktivitas apa pun di dalam zona potensi bahaya yang telah ditetapkan.
2. Waspada Bahaya Lahar Hujan: Ancaman lahar dingin dan awan panas guguran perlu diwaspadai, khususnya saat hujan deras turun di kawasan puncak Merapi.
3. Antisipasi Abu Vulkanik: Warga diimbau menyiapkan masker dan pelindung mata untuk mengantisipasi sebaran abu vulkanik jika terjadi erupsi.
Tingkat aktivitas Gunung Merapi akan terus dievaluasi secara berkala dan akan segera ditinjau ulang apabila terjadi perubahan aktivitas magma yang signifikan. (TJ)