Kebakaran Hutan Terjadi Lagi, Kali ini di Hutan di Cilongok Banyumas

Kebakaran melanda hutan Perhutani di Cilongok, Banyumas.
Sumber :
  • Dok

Viva Semarang, Banyumas – Kebakaran hutan terjadi di di lereng timur kawasan Hutan Jampes, Desa Kasegeran, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (9/8/26). Api yang dipicu rambatan dari ilalang lahan tersebut membakar sekitar 3 hektare lahan milik Perhutani.

Pekan Qris Nasional 2026 di Jateng Buktikan Antusiasme Gaya Hidup Cashless

Kebakaran diketahui warga sekitar pukul 11.30 wib. Api awalnya muncul dari lahan warga dan kemudian merembet ke rerumputan alang-alang di kawasan Petak 15 Hutan Jampes. Kondisi alang-alang yang kering ditambah tiupan angin cukup kencang membuat api dengan cepat menjalar ke kawasan hutan Perhutani KPH Banyumas Timur, RPH Kaliputih.

Laporan tersebut diterima Polsek Cilongok, Polresta Banyumas, sekitar pukul 11.50 wib. Bhabinkamtibmas bersama personel Polsek Cilongok lainnya langsung menuju lokasi dan bergabung dengan unsur lainnya untuk melakukan pemadaman serta mencegah api merambat lebih jauh.

Kaka Slank dan Bupati Banyumas Pimpin Ratusan Skuteris Riding Keliling Purwokerto Sebelum Konser

Penanganan melibatkan perangkat Desa Kasegeran, Tagana Banyumas, BPBD Kabupaten Banyumas, Perhutani, Polsek Cilongok, Koramil 23 Cilongok, Satpol PP Kecamatan, serta warga sekitar. Api bisa dipadamkan sekitar pukul 16.00 wib. Kobaran api tidak sampai meluas ke kawasan hutan di sekitarnya. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.

Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus P. Silalahi, SH, SIK, MH, mengapresiasi respons cepat seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan kebakaran.

CJIBF 2026 Cetak Rencana Investasi Rp19,6 Triliun di Jawa Tengah

“Penanganan dilakukan secara bersama sama untuk mencegah api meluas ke kawasan hutan. Kecepatan dalam merespons laporan sangat penting, terutama ketika kondisi vegetasi kering dan angin cukup kencang,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama pada musim kemarau ketika rumput dan semak dalam kondisi mudah terbakar.

“Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran di sekitar lahan kering dan kawasan hutan. Apabila melihat titik api atau asap, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin,” katanya.

Meski api busa dipadamkan, personel gabungan tetap bersiaga dan melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api. Kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. (TJ)