Akselerasi Pembayaran Digital dan Ekosistem Halal Perkuat Fondasi Ekonomi Jawa Tengah

Kepala Kantor Perwakilan BI Jawa Tengah, M. Noor Nugroho.
Sumber :
  • Dok

Viva Semarang – Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Tengah terus memacu akselerasi pembayaran digital dan pengembangan ekosistem keuangan syariah guna memperkuat daya tahan ekonomi daerah. Langkah strategis ini menjadi tumpuan dalam menciptakan efisiensi transaksi sekaligus memperluas literasi keuangan masyarakat.

Pekan Qris Nasional 2026 di Jateng Buktikan Antusiasme Gaya Hidup Cashless

Dalam pilar digitalisasi, transaksi berbasis nontunai di Jawa Tengah menunjukkan peningkatan signifikan. Hingga Juni 2026, akumulasi pengguna QRIS di Jawa Tengah telah menembus angka 9,08 juta pengguna, mengukuhkan posisi Jawa Tengah sebagai daerah dengan jumlah pengguna QRIS terbanyak ke-3 secara nasional.

Sementara itu, jumlah merchant yang mengadopsi QRIS mencapai 4,52 juta, menempati peringkat ke-4 nasional.

CJIBF 2026 Cetak Rencana Investasi Rp19,6 Triliun di Jawa Tengah

Memanfaatkan momentum peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81, Bank Indonesia menggelar Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026 pada 11–17 Agustus 2026. Kegiatan ini dirangkai dengan berbagai acara edukasi serta kegiatan kemasyarakatan berbasis sport tourism, seperti Rupiah Borobudur Playon, Adipati QRIS Run di Solo, Tegal City Run, dan QRIS Purwokerto Run.

Di samping modernisasi transaksi, integrasi ekonomi syariah juga terus diperkuat hingga ke sektor pendidikan dan komunitas. BI Jawa Tengah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah meluncurkan program Sekolah Pelopor Ekonomi Syariah (SPES) serta pembentukan zona Kuliner Halal Aman dan Sehat (KHAS) di lingkungan sekolah.

Masyarakat Jawa Tengah Tetap Pede Tatap Ekonomi, Ini Penopang Utamanya di Bulan Juli 2026

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, menjelaskan bahwa penguatan rantai nilai halal (halal value chain) dilakukan melalui pendampingan menyeluruh dari hulu ke hilir.

"Sinergi dilakukan untuk memperkuat literasi dan ekosistem halal serta pengembangan usaha syariah yang inklusif. Kami memberikan pendampingan sertifikasi halal bagi penyelia, auditor, juru sembelih, hingga Rumah Potong Hewan guna memastikan keandalan ekosistem produk halal di Jawa Tengah," kata M. Noor Nugroho pada acara Media Briefing di Pekalongan, Kamis 13 Agustus 2026.

Guna memperluas jangkauan edukasi syariah, BI menggelar serangkaian wadah kolaboratif seperti Olimpiade Aksi dan Syiar Ekonomi Syariah (OASE) 2026 serta Festival Jateng Syariah (FAJAR) 2026.

Program FAJAR hadir sebagai one-stop service untuk fasilitasi sertifikasi halal, akses pembiayaan syariah, digitalisasi wakaf, hingga keberlanjutan usaha. Program serupa juga dilaksanakan secara terintegrasi di seluruh wilayah kerja perwakilan BI di Jawa Tengah, meliputi SYEKATEN di Solo, SELARAS di Purwokerto, dan SYAFAAT di Tegal. (TJ)